Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Dukung Program Desa Migran Produktif, 8 Kementerian Teken MoU

Monitor, Jakarta – Sebanyak delapan Kementerian/Lembaga lainnya menyepakati nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) tentang sinergitas penyelenggaraan program desa migran produktif. Penandatanganan dilakukan di Tri Dharma Gedung A Kementerian Ketenagakerjaan, Jl. Gatot Subroto Kav. 51, Jakarta Selatan, Selasa (30/5) sore.
 
Program Desa Migran Produktif (Desmigratif) adalah sebuah terobosan Kementerian Ketenagakerjaan RI untuk meningkatkan pelayanan, memberi perlindungan, serta memberdayakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan semua keluarganya di desa-desa yang menjadi kantong-kantong TKI seluruh Indonesia. 

"Ada empat pilar yang dikembangkan dalam program ini, pertama peningkatan pelayanan migrasi kepada para TKI yang akan berangkat sejak di desa, kedua usaha produktif bagi pasangannya, ketiga communty parenting bagi anak-anaknya, dan pengembangan koperasi agar ada peningkatan kesejahteraan bagi keseluruhan masyarakat, terima kasih atas dukungan kementerian dan lembaga," ujar Menaker Hanif Dhakiri dalam pidatonya.

Sementara, Menteri Kesehatan Nila A. Moeloek yang didaulat mewakili para menteri yang bersama menandatangani nota kesepahaman, menyampaikan, "Kami semua para pihak mendukung program luar biasa ini, intinya semua kita bekerjasama dan bahu-membahu agar TKI yang memiliki potensi dapat mewujudkan kesejahteraan yang dapat dirasakan oleh semua masyarakat," katanya.
 
Adapun Staf Ahli Bidang Kerjasama Kelembagaan Pemuda dan Olahraga Adiati Noerdin menjelaskan bahwa Kemenpora sangat mendukung dan akan berperan aktif khususnya pada pilar community parenting dan pengembangan koperasi dengan bidang garapan anak-anak muda yang ditinggalkan orang tuanya untuk mengabdi dijalur TKI. "Kemenpora menyambut positif dan akan mendukung program desa migran produktif ini dengan menggarap anak-anak muda untuk berperan dan mengembangkan dirinya dibidang kewirausahaan muda serta olahraga gala desa yang kini sedang digaungkan," jelasnya.
 
Program Desmigratif ini ditargetkan mencakup 400 desa kantong-kantong TKI hingga tahun 2019, dimulai tahun ini 120 desa, dan tahun 2018 sebanyak 150 desa. Kementerian dan Lembaga yang menandatangani MoU saat ini adalah Kementerian Kesehatan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian BUMN, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, dan Badan Ekonomi Kreatif. 

Menteri-menteri yang hadir langsung saat penandatanganan diantaranya, Menkominfo Rudiantara, Menkop UKM Puspayoga, Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo.Sedangkan dari Kemenpora turut hadir, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Raden Isnanta, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Jonni Mardizal, dan Kepala Biro Humas dan Hukum Amar Ahmad. (cah)

Recent Posts

Prajurit TNI Temukan Dua Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung

MONITOR, Jakarta - Prajurit TNI dari Kodam XIV/Hasanuddin yang tergabung dalam Tim SAR gabungan berhasil…

59 menit yang lalu

Kemenhaj dan Kejati Aceh Kawal Pembangunan Gedung Asrama Haji Embarkasi

MONITOR, Jakarta - Inspektorat Jenderal Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) diwakili oleh Inspektur Wilayah I,…

3 jam yang lalu

Bicara Ekoteologi di Mesir, Menag Jelaskan Peran Agama dan Kemanusiaan di Era AI

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar berbicara tentang ekotelogi serta peran agama dan kesadaran…

4 jam yang lalu

Kedaulatan Pangan 2026, Prof Rokhmin: Tanpa Teknologi Tepat Guna, Sulit Jadi Negara Maju

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa transformasi teknologi…

4 jam yang lalu

LHKPN Kemenag Capai 100 Persen, Irjen Ingatkan Integritas Tetap Utama

MONITOR, Jakarta - Tingkat kepatuhan pejabata Kementerian Agama untuk menyampaikan  Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara…

6 jam yang lalu

Wamenhaj: Petugas Haji 2026 Dilatih Semi-Militer Demi Disiplin dan Satu Komando

MONITOR, Jakarta - Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi tahun 2026 dibekali pendidikan dan…

6 jam yang lalu