Terkait Dugaan Penipuan, Ketua DPRD DKI Diminta Bersikap Ksatria

MONITOR, Jakarta- Kasus dugaan penipuan mantan pejabat Riau Zaini Ismail yang telah melibatkan Ketua DPRD Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menjadi perhatian banyak kalangan di Ibukota. Tak terkecuali koleganya di DPRD Jakarta.

Wakil Ketua Fraksi Gerindra, Prabowo Soenirman mengaku dirinya tidak tahu soal kasus tersebut. Namun, sebagai ketua DPRD DKI Jakarta, Prabowo berharap Prasetyo bersikap gentleman.

“Saya nggak tau kasus itu, tapi ketua (Prasetyo) harus bersikap ksatria lah Kalau nggak salah kenapa harus takut?” ujar Prabowo saat ditemui di Gedung DPRD DKI, Selasa (8/5).

Namun, jika benar Pras, panggilan Prasetyo, terlibat dalam kasus penipuan sebesar Rp 3,250 miliar, dirinya menyarankan agar persoalan itu diselesaikan secara hukum.

“Kalau umpamanya bersalah, kita kembalikan kepada penegak hukum. Kita serahkan semuanya kepada pengadilan,”terangnya.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi membantah mengenal mantan Sekretaris Daerah Riau Zaini Ismail yang melaporkannya ke Polda Metro Jaya. Prasetyo pun mengaku tidak pernah berurusan terkait pemerintahan di Riau.

Namun, pernyataan Pras yang mengaku tak mengenal Zaini seolah terbantahkan dengan adanya foto keduanya (Prasetyo-Zaini) di media sosial Facebook belum lama ini. Dalam foto tersebut keduanya terlihat akrab dan bersahabat.

Untuk diketahui Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi dilaporkan William Albert sebagai pelapor sekaligus kuasa hukum Zaini ke Polda Metro Jaya, dengan laporan polisi LP/2369/IV/2018/PMJ/Dit pada tanggal 30 April 2018.

Dalam laporannya, William Albert menyebut kalau Pras telah menjanjikan akan menjadikan Zaini sebagai Gubernur Riau atau paling tidak tetap mempertahankan posisinya sebagai Sekertaris Daerah (Sekda).

“Namun, sebagai proses administrasi saudara Pras meminta uang sebesar 3,250 miliar. Oleh saudara Zaini disanggupi meski pun pembayarannya dilakukan secara bertahap,” kata William seperti yang tertulis dalam laporan polisi.