Temui Habib Rizieq saat Umrah, Ini yang Dibahas PKS

Ketua Dewan Majelis Syura, Ketua Fraksi PKS mengunjungi kediaman Habib Rizieq saat menjalankan umrah di Makkah

MONITOR, Jakarta – Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al Jufri didampingi Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini dan Anggota Komisi III DPR Habib Aboe Bakar Al Habsyi melakukan ibadah umrah ke tanah suci Makkah. Tak hanya sekedar umrah, mereka pun menyempatkan untuk mengunjungi kediaman Habib Rizieq Shihab di sela-sela umrahnya, Rabu (6/6).

Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini menyatakan, pertemuan tersebut dalam rangka bersilaturahim dengan Habib Rizieq sekeluarga. Terlebih momen itu bertepatan dengan pelaksanaan umrah Ketua Majelis Syuro PKS saat Ramadhan.

“Ini silaturahim biasa dan sudah kali kedua kami berkunjung ke kediaman Habib Rizieq di Makkah. Tentu kami tanya kabar dan bertukar pikiran tentang kondisi keumatan, kerakyatan dan kebangsaan Indonesia,” kata Jazuli dalam keterangannya kepada MONITOR, Selasa (6/6).

Politisi PKS ini menuturkan, bahwa Ketua Majelis Syuro PKS Habib Salim Segaf Al Jufri banyak mendiskusikan problematika umat di Indonesia kepada pentolan FPI (Front Pembela Islam) itu.

“Yang intinya, bagaimana kita sama-sama menjaga umat dan bangsa Indonesia dari berbagai anasir,” tutur Jazuli.

Selain itu, pertemuan tersebut mempertegas komitmen untuk melaksanakan ideologi Pancasila secara konsekuen dari sila Ketuhanan Yang Maha Esa sampai terwujudnya sila kelima keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia juga jadi topik pembahasan penting.

“Habib Rizieq tadi juga berpesan agar semua komponen bangsa menjaga NKRI dari berbagai rongrongan yang menghancurkan sendi-sendi berbangsa dan bernegara, agar menghormati ulama dan agama-agama yang diakui di Indonesia, jangan memberi ruang pada paham dan kepentingan yang bertententangan dengan konstitusi, Pancasila dan norma-norma agama yang diakui di Indonesia,” ungkap anggota Komisi I DPR RI ini.

Dia menambahkan, para petinggi PKS dan Habib Rizieq juga sepakat untuk terus menjaga kemandirian bangsa dari pengaruh asing yang jelas-jelas merugikan dan mengancam kedaulatan bangsa dan negara.