Hatta Rajasa Mengaku Bakal Dorong Sosok Muda di Pilpres 2019

Mantan Ketua Umum PAN, Hatta Rajasa (Foto: Rangga/Monitor)

MONITOR, Jakarta – Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa mengaku saat ini lebih fokus pada urusan keluarga ketimbang politik.  Menurutnya, dia kini akan lebih menyodorkan dan mmberi semangat kepada kaum muda untuk maju dan berkiprah dalam politik Tanah Air.

“Saya saat ini sedang enjoy dengan cucu, saya seneng mendorong yang muda-muda untuk maju untuk berkiprah, yang senior-senior seperti saya ini lebih banyak memberikan share pengalaman, share kepada temen-temen yang akan berpolitik, yang sudah di politik, yang sekarang mengemban amanah, kita share yang positif,” kata Hatta saat ditemui di acara peluncuran buku ‘Ani Yudhoyono, 10 Tahun Perjalanan Hati’ di Assembly Hall JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (8/7).

Lebih dari itu, dirinya menuturkan, kalau jabatan presiden itu selalu datang dan pergi. Namun, ia berpesan agar siapapun nanti sosok yang mengisi posisi tersebuharus bisa menjaga Indonesia dengan baik, sehingga terciptanya kemajuan bangsa.

“Saya bilang presiden ini datang dan pergi lima tahun sekali. Tapi jagalah bangsa ini dengan baik,” tuturnya.

Terkait soal kontestasi Pilpres 2019 nanti, adapun dari kader PAN yang menjabat Ketua Umum PAN saat ini, yakni sosok Zulkifli Hasan yang digadang sebagai tokoh muda dinilai Hatta saat ini yang terpenting bagaimana Zulhas melakukan komunikasi politik dengan masing-masing parpol agar tercapai Presidential Treshold (PT) minimal 20 persen.

“kalau sekarang ini yang penting untuk kita ini menurut saya, bagaimana partai politik ini berkomunikasi untuk bisa mencapai 20 persen minimum,” tandasnya.

Sementara itu, terkait soal kiprah Ketua Umum partai Gerindra yakni Prabowo Subianto yang pernah maju bersama dengan dirinya pada kontestasi Pilpres 2014 lalu, Hatta tidak ingin mengomentari lebih jauh mengenai sosok Prabowo untuk maju kembali sebagai capres atau menjadi king maker.

“jangan ngomong gitu dong, siapapun kan boleh maju sebagai presiden atau wakil presiden, itu kan siapapun, jadi nggak boleh menyarankan ini itu, no nggak boleh,” bebernya.