Menteri Amran Sumbangkan 1 Tahun Gajinya untuk Korban Gempa Lombok

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memberikan keterangan pers terkait penyaluran bantuan untuk korban gempa Lombok

MONITOR, Jakarta – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bergerak cepat membantu korban gempa bumi di Pulau Lombok NTB pada Minggu 5 Agustus pukul 18.46 WIB. Menteri Amran bersama Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU), Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Banser Anshor berkumpul menggalang dana dan bantuan kemanusiaan, bertempat di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Senin (6/8/2018).

Pada kegiatan ini, Menteri Amran menyumbangkan 1 tahun gaji dan terkumpul bantuan dana mencapai Rp 10 miliar. Dana tersebut digalang dari jajaran staf Kementan, BUMN dan pelaku usaha, di antaranya Badan Urusan Logistik (Bulog), perusahaan makanan dan minuman, asosiasi-asosiasi petani dan peternak, asosiasi eksportir dan importir, asosiasi pengusaha bahan pangan, pabrik gula, perusahaan perkebunan, perusahaan kendaraan bermotor, hingga perusahaan asuransi. Untuk Kementerian sendiri memberikan bantuan sebesar Rp 2 miliar lebih.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman saat melepas bantuan untuk korban gempa Lombok

“Saya sumbangkan gaji 1 tahun untuk korban gempa. Ini ikhlas saya berikan karena terinspirasi dari kejadian kebakaran rumah kami dulu yang rata dengan tanah, sehingga bantuan secil apapun sangat berarti bagi korban,” demikian diungkap Menteri Amran.

Amran mengatakan dari kegiata penggalangan dana dan bantuan, sampai dengan malam ini sudah terkumpul dana Rp 10 miliar, 42 truk berisi sembako dan pakaian. Bantuan ini langsung dikirim. Kementan pun bantuan ayam 10 ribu ekor, kambing, sapi serta bantuan traktor, sehingga kerusakan di sektor pertanian cepat diselesaikan dan petani pun tidak merugi.

“Tim kementan sekarang sudah turun ke Lombok untuk mendata korban penerima bantuan dan kerusakan pertanian sehingga disusun segera langkah-langkah penangananya. Untuk kerusakan pada tanaman bawang putih segera kami data dan segera diberi bantuan,” kata Amran.

Tak sampai di situ, lanjut Amran, Kementan terus berupaya menambah bantuan dengan telah dibukanya nomor rekening bantuan peduli gempa. Bahkan keluarga besar pertanian di seluruh Indonesia agar membentuk tim peduli.

Kantor Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) yang ada di tiap propinsi di Indonesia agar menjadi posko bantuan guna mengkoordinir dan menyerahkan bantuan dari para petani-peternak. Kantor BPTP di Lombok menjadi posko besar Kementan sebagai pusat koordinasi pengumpulan dan penyerahan bantuan kemanusiaan.

“Kementan hanya mengkoordinir pengumpulan dan penyerahan bantuan. Untuk distribusi selanjutnya kami percayakan pada teman-teman yang bertugas di sana,” tutur Amran.

“Ini adalah ujian bagi saudara kita di NTB, ujian bagi kita juga penduduk Indonesia, ujian bagi rasa persatuan kita utk berbagi dengan sesama. Ini adalah ladang amal, masing-masing dari kita harus memberi contoh,” ajak Amran.

Kemudian, Amran pun meminta seluruh petani-peternak di seluruh Indonesia, untuk turut bergerak menunjukkan kepedulian terhadap para korban gempa. Terdapat 100 juta lebih keluarga pertanian di Indonesia.

“Kami ajak untuk kita sama-sama memberi sumbangan bantuan apapun bentuknya. 1 ekor ayam, 1 butir kelapa, 1 butir telur akan sangat berarti bagi keluarga saudara kita di sana,” ujarnya.

Menurut informasi dari lokasi gempa, sebagian warga korban gempa masih bertahan di sekitar rumahnya, karena menjaga harta benda dan hewan ternak. Untuk itu Amran juga menginstruksikan Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan untuk mengirim tim khusus 100 orang.

“Tim khusus ini akan berangkat hari ini juga, untuk membantu warga korban gempa mengurus ternak sapi dan lain sebagainya. Tim ini akan membawa perlengkapan termasuk vaksin, untuk menjaga ternak warga tetap selamat dan sehat,” tegas Amran.

Akan hal ini, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Nasional Winarno Tohir menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang super cepat Mentan Amran. Passlnya dalam 3 jam menggalang donasi musibah gempa, secara spontanitas langsung luber peserta untuk menyumbang secara sukarela.

“Kami ikuti jejak brilian Pak Amran ini dengan menggerakkan seluruh KTNA dan 500 ribu kelompoktani untuk peduli musibah gempa ini. Ini wujud kepedulian sesama petani dan umat se Indonesia,” ujarnya