Hidayat Nurwahid Kritik Penambahan Staf Khusus Presiden

Wakil Ketua MPR, Hidayat Nurwahid (Foto: Rangga Monitor)

MONITOR, Jakarta – Istana kepresidenan dikabarkan baru saja menambah staf khusus untuk Presiden Joko Widodo (Jokowi). Tak tanggung-tanggung presiden menambah empat staf khusus sekaligus.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid mengatakan kalau kebutuhan rakyat Indonesia saat ini bukan hanya sekedar penambahan staff saja.

“Jadi apakah ini diperlukan atau tidak memang subjektif. Tapi kan rakyat sebetulnya bukan sekedar tambahan staf. Tetapi memerlukan adanya fakta yang kemudian membuat rakyat itu nyaman, ekonominya membaik, penyerapan tenaga kerjanya membaik, kemudian suasana politik juga membaik,” kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (17/5).

Dengan begitu, Politisi senior dari PKS ini juga hendak menyarankan kepada Jokowi agar dapat lebih fokus dalam menjalankan tugas yang telah diamanatkan oleh rakyat kepadanya, tanpa harus menimbulkan kontroversi ditengah masyarakat. Kata dia, apalagi dengan mengangkat orang baru.

“Jadi kalau beliau fokus saja melaksanakan seluruh kewenangan dengan seluruh anggaran yang sudah diberikan, presiden melaksanakan tugas-tugasnya tanpa menimbulkan kontroversi baru dengan pengangkatan orang-orang yang juga lagi-lagi orangnya dikontorversikan, ‘ini siapa sih? Apasih hebatnya dia sampai diangkat? Kok itu latar dari organisasi yang itu lagi? Kok yang ini belum?,” tegas Hidayat.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menambah 4 staff khusus di lingkaran Istana. Yakni Keempat nama tersebut berasal dari kalangan profesi yang berbeda-beda tugasnya.

Hal tersebut sempat disampaikan oleh Sekertaris Kabinet Kerja, Pramono Anung yang membenarkan kalau Presiden mengangkat 4 staff dalam jajarannya untuk membantu Presiden terhadap persoalan saat ini dan dianggap mampu sebab kerap kerjasama dalam operasional.

“Betul ada 4 penambahan stafsus sesuai keperluan melihat begitu banyaknya persoalan. Harapannya staf khusus bisa membantu presiden karena yang dipilih secara operasional membantu di lapangan,” ujar Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (15/5).

Adapun Keempat nama tersebut diantaranya:

1. Abdul Ghofarruzin, Staf Khusus Presiden di acara keagamaan. Abdul akan mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungannya ke pondok pesantren.

2. Siti Dhzu Hayatin, Staf Khusus Presiden bidang keagamaan internasional.

3. Adita Irawati, Staf Khusus Presiden bidang komunikasi ke kementerian dan lembaga.

4. Ahmad Erani, Staf Khusus Presiden bidang ekonomi, khususnya membantu mengenai dana desa.