Pantau Persidangan, Mustofa Nahrawardaya Bela Bos ISIS Indonesia?

Ketua Jaringan Ansharut Daulay (JAD) Aman Abdurrahman (dok:tempo)

MONITOR, Jakarta – Masih ingatkah pada peristiwa teror bom yang menyerang markas polisi di kawasan Thamrin, Kamis 14 Januari 2016 silam? Hari ini, terdakwa serangkaian kasus bom bunuh diri di Indonesia termasuk bom Thamrin, Aman Abdurrahman, menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Sosok yang dikenal sebagai bos ISIS Indonesia ini mendapat pengawalan cukup ketat dari ratusan personel Brimob. Ada empat ring yang tersebar di beberapa titik di gedung pengadilan. Pertama di dalam ruang sidang, kedua di luar ruangan sidang, ketiga di halaman gedung pengadilan, dan terakhir di depan pagar gedung pengadilan.

Aman, alias Oman Rochman juga merupakan pimpinan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Perannya yang cukup strategis itu membuat para pengikutnya segan terhadapnya. Meski mendekam di jeruji sel Mako Brimob Depok, Aman diduga mampu menggerakkan sejumlah anggota JAD untuk menebarkan teror di sejumlah daerah, seperti Surabaya, Sidoarjo, Riau dan Tangerang.

Terkait serangkaian teror yang belakangan terjadi, pegiat media sosial Mustofa Nahrawardaya melihat ada motif dibalik peristiwa yang terjadi, dan sengaja digerakkan oleh oknum tertentu.

Pengurus Majelis Pustaka dan Informasi PP Muhammadiyah ini menduga, kerusuhan Mako Brimob hingga kejadian bom di Surabaya dan Riau menjadi satu alasan untuk dijadikan pemberatan bunyi tuntutan terhadap Aman di persidangannya hari ini.

“Karena masyarakat selama ini dianggap kurang paham siapa sosok Aman,” ujar Mustofa dalam cuitan twiternya, Jumat (18/5).

Atas pandangannya itu, Mustofa pun diserang oleh puluhan netter. Ia dianggap telah memihak dan membela para tokoh terorisme sekaliber Aman Abdurrahman.