Menteri Nasir Paparkan Dua Inovasi Andalan Pengolah Air Bersih

MONITOR, Jakarta – Masyarakat dusun Temu Ireng, Girisuko, Gunung Kidul, tak perlu lagi khawatir mengenai persediaan air bersih di wilayah mereka. Sebab, pemerintah melalui Kemenristekdikti menyatakan siap membantu Pemkab Gunung Kidul untuk memperluas akses air bersih. 

Hal ini dibuktikan dengan diresmikannya proyek percontohan fasilitas Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) dan Sistem Pompa Air Tenaga Surya (SPAT) terpadu yang dibangun oleh Menristekdikti M Nasir di Dusun Temu Ireng, Desa Girisuko, Kecamatan Panggang pada Kamis (1/2). 

Melalui program teknologi SPAM dan SPATS, pemerintah optimis sumber air bersih yang selama ini menjadi kendala masyarakat akan teratasi.

Nasir menjelaskan, program ini merupakan bentuk kolaborasi antara Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta dengan BPPT yang difasilitasi oleh Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan, Kemenristekdikti.

"UPN Veteran Yogyakarta melalui risetnya menghasilkan Sistem Pengolahan Air Minum Siap Konsumsi (SPAM). Pemurnian air dilakukan dengan metode distilasi percik, yaitu proses pemilahan air yang menguap dan terembunkan kemudian digunakan sebagai air siap konsumsi," ujar Nasir di Gedung D, Jalan Jenderal Sudirman Pintu Satu, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (2/2).

Sedangkan BPPT bertugas menyiapkan teknologi pemompaan airnya. Teknologi ini, kata dia, memanfaatkan tenaga surya atau Sistem Pompa Air Tenaga Surya (SPATS).

"Geografis yang berupa karst menyimpan potensi air yang melimpah. Diperlukan teknologi untuk memompa, mengolah air supaya bisa dimanfaatkan masyarakat. Kemenristekdikti siap membantu dalam hal teknologi," tegasnya.

Lebih jauh ia menjelaskan, teknologi ini mampu memompa air sejauh 750 meter dan ketinggian 50 meter dari embung ke bak penampungan di Dusun Temu Ireng dengan kapasitas 80 meter kubik per hari.

Kelebihan lainnya, teknologi SPAM dan SPATS ini secara teoritis memiliki umur fungsi sekitar 20 tahun. Untuk itu, kata Nasir, diperlukan peran serta masyarakat dalam pemeliharaan fasilitas tersebut.

Diketahui, adanya proyek percontohan SPAM dan SPATS terpadu ini bermula dari permintaan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada Menristekdikti untuk melakukan penelitian upaya memecahkan solusi terkait air bersih di Gunung Kidul. Pada kesempatan tersebut dilakukan pula serah terima fasilitas SPAM dan SPATS terpadu dari Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan kepada Bupati Gunungkidul disaksikan oleh Menristekdikti, Ketua Komisi VII DPR RI, Wakil Gubernur DIY, dan Pejabat Eselon I Kemristekdikti.