DPR: Guyonan Bom di Pesawat Harus Disudahi

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan (dok: Rangga Monitor)

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan merasa kesal atas aksi penumpang pesawat yang mengaku membawa bom pada saat penerbangan. Menurutnya, aksi tersebut dapat membahayakan keselamatan dari para penumpang serta keamanan penerbangan itu.

Selain itu, dikatakannya hal itu sebagai bentuk pelanggaran terhadap Undang-Undang Penerbangan. Ia menegaskan, gurauan penyebaran informasi palsu terkait bom itu harus disudahi.

“Penumpang itu kan kadang hanya bercanda, guyonan. Tapi untuk sebuah penerbangan, candaan soal bom itu tidak bisa ditoleransi. Karena ini menyangkut keselamatan penumpang dan keamanan penerbangan itu sendiri. Walaupun itu candaan, itu berarti menyebarkan informasi palsu, dan bentuk pelanggaran terhadap UU Penerbangan,” kata Taufik di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (30/5).

Meski demikian, Taufik juga tak menyangkal bahwa kesadaran masyarakat akan aturan untuk tidak menganggap ancaman bom sebagai suatu candaan masih sangat minim. Apalagi, kasus ini sampai terjadi berkali-kali.

Menurutnya, selain perlu adanya peningkatan sosialisasi dari Kementerian Perhubungan dan operator bandara, perlu adanya tindakan tegas, berupa tuntutan hukum kepada pelaku.

“Bercanda ini mungkin bagi pelakunya terlihat sepele, tapi dampaknya besar bagi sebuah penerbangan. Ini menjadi ancaman keamanan penerbangan dan keselamatan penumpang. Pelakunya harus ditindak tegas, salah satunya melalui tuntutan hukum. Ini juga dalam kaitan agar ada rasa jera di masyarakat, dan tidak ada pelaku-pelaku lain yang bercanda membawa bom di pesawat,” tegas Waketum PAN itu.

Seperti diketahui, Kasus penumpang bercanda membawa bom yang terjadi baru-baru ini di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat bukanlah yang pertama. Kasus seperti ini sudah berulang kali terjadi. Pada Mei 2018 ini saja, tercatat ada 6 kasus serupa. Selain maskapai Lion Air, maskapai Garuda Indonesia dan Batik air juga harus berurusan dengan gurauan penumpang pembawa bom.