NTP Mei Naik, Kementan: Ini Bukti Petani Makin Sejahtera

Ilustrasi

MONITOR, Jakarta – Kurun waktu Mei 2018, daya beli petani secara nasional menunjukkan tren positif dibanding bulan sebelumnya. Dengan begitu, tingkat kesejahteraan petani semakin meningkat.

Ini terungkap dari data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), bahwa indeks Nilai Tukar Petani (NTP) secara nasional pada Mei 2018 meningkat 0,37 persen menjadi 101,99 jika dibandingkan April yang hanya 101,61. Begitu pun indeks Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) Mei 2018 mencapai 111,38 atau naik 0,32 persen dari bulan sebelumnya yang nilainya hanya 111,03. Membaiknya harga komoditas pangan menjadi pemicu kenaikan NTP dan NTUP.

Menanggapi capaian tersebut, Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Kementan, Ketut Kariyasa mengatakan tren positif kenaikan NTP menunjukkan adanya peningkatan kemampuan daya beli. Semakin tinggi NTP, akan semakin kuat tingkat kemampuan atau daya beli petani.

“Daya beli petani pada Mei 2018 ini tidak hanya lebih tinggi dibanding bulan sebelumnya, akan tetap jika dibandingkan Mei 2017, daya beli petani pada Mei 2018 ini pun lebih tinggi. NTP pada Mei 2017 lalu hanya 100,15. NTP di bulan Mei 2018 ini lebih yaitu 101,99,” demikian kata Ketut di Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Akan hal ini, Ketut optimis raihan positif ini terus berlanjut. Kementan selalu berkomitmen untuk menjalankan program pertanian yang secara signifikan meningkatkan produksi pangan dan kesejahteraan langsung.

“Di tahun 2018 ini, Kementan sedang menjalankan Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera. Sasaranya tiada lain untuk menurunkan tingkat kemiskinana masyarakat petani yang tinggal di desa,” sebutnya.

Selain itu, Lanjut Ketut, program Kementan yang menyasar langsung penurunan kemiskinan yakni optimasi penggunaan alat mesin pertanian. Program ini merupakan salah satu upaya pemberdayaan petani dilakukan dengan membangun jiwa kewirausahaan petani dan penguatan kelembagaan petani.

“Dengan mekanisasi, para petani dapat berproduksi lebih efisien, lebih cepat, dan lebih produktif, serta menghasilkan produk berkualitas. Penggunaan teknologi dan mekanisasi ini mampu menarik minat generasi muda terjun ke pertanian,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir menuturkan kondisi lapangan saat ini produksi gabah sedang melimpah, sehingga kesejahteraan petani memang terbukti. Akan tetapi kondisi tersebut bertentangan dengan kebijakan impor jilid II, sehingga petani dirugikan.

“Karena itu, tidak seharusnya Kementerian Perdagangan melalukan impor yang kedua. Petani yang kondisinya saat ini sejahtera, ke depan bisa dirugikan,” tuturnya.

Perlu diketahui, peningkatan NTUP dan NTP Mei 2018 ini terjadi di semua sub-sektor. Misalnya kenaikan NTP, secara rinci dialami oleh semua subsektor tanaman. Untuk sektor tanaman pangan misalnya, kenaikan mencapai 0,3 persen. Kenaikan tersebut dipicu membaiknya harga palawija, seperti; ketela dan jagung.

Untuk sektor hortikultura kenaikan yang mencapai 0,02 persen dipicu oleh kenaikan harga buah-buahan; pisang dan apel, serta tanaman obat, seperti jahe dan lengkuas. Untuk sektor tanaman perkebunan rakyat kenaikan sebesar 0,64 persen. Kenaikan tersebut dipicu oleh membaiknya harga karet dan tembakau.

Selanjutnya, untuk peternakan mengalami kenaikan 0,48 persen. Kenaikan didorong oleh harga telur ayam ras dan sapi potong.