Taman Nasional Merbabu Ajak Masyarakat Cegah Kebakaran Hutan dan Lahan

MONITOR, Boyolali –Pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan melibatkan masyarakat secara kontinu terbukti efektif. Salah satunya dilaksanakan oleh Balai Taman Nasional (TN) Gunung Merbabu bersama Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) KLHK, di wilayah penyangga, tepatnya di Desa Ngadirojo, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah (03/12).

Selain pencegahan karhutla, masyarakat juga diajak untuk melaksanakan prinsip-prinsip konservasi tanah dan air, untuk mencegah bencana banjir dan longsor, seperti teknik terasering dan menanam tanaman keras.

“Saya mengajak masyarakat dan semua elemen untuk ikut menyelamatkan, melestarikan, dan mengamankan kawasan TN Gunung Merbabu agar bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan dan terjaga dari bencana,” ujar Kepala Balai TN Gunung Merbabu, Edy Sutiyarto.

Selain masyarakat dari desa penyangga, turut hadir Kasubdit Pencegahan Karhutla Direktorat PKHL, Kapolsek Ampel, Camat Ampel, serta komunitas masyarakat lainnya, antara lain Masyarakat Peduli Api, Masyarakat Mitra Polhut, Regu Pecinta Alam, UPK se-Boyolali dan Tim SAR.

Terkait efektifitas, Direktur PKHL, Reffles B Panjaitan dalam kesempatan terpisah mengatakan, hal itu terbukti dari tidak adanya kebakaran hutan di kawasan TN Gunung Merbabu.

“Dalam dua tahun terakhir, tidak terjadi karhutla di TN Gunung Merbabu. Hal ini tidak lepas dari kerjasama para pihak dan partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga kawasan konservasi ini,” ujar Raffles B. Panjaitan, Direktur PKHL, dalam kesempatan terpisah.

“Masyarakat juga dapat membantu petugas dalam melakukan pengawasan dan patroli di kawasan hutan. Selain itu dapat menyampaikan informasi kepada petugas apabila menemukan oknum yang melakukan pembakaran hutan," tambahnya.