Polisi Pakai Narkoba, Reza Indragiri: Hukum Berat Saja Oknum ini

Pengurus LPAI Reza Indragiri Amriel (net)

MONITOR, Jakarta – Ulah seorang oknum polisi AKBP Haryono, yang membawa 12 gram sabu di Bandara Soekarno Hatta, membuat berang aparat kepolisian. Perwira lulusan Akpol itu diproses hukum secara pidana atas kepemilikan sabu tersebut bahkan terancam dipecat.

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri Amriel pun angkat bicara. Ia mengatakan,  tingkat penggunaan NAPZA di kalangan polisi justru lebih tinggi dibandingkan masyarakat luas.

“Tapi ada data yang memaksa kita berpikir lebih luas. Misalnya, sekitar 1 dari 4 polisi diketahui punya masalah penyalahgunaan NAPZA. Itu berarti, prevalensi polisi yang bermasalah NAPZA adalah lebih tinggi (20-30%) ketimbang masyarakat umum (10%),” kata Reza kepada MONITOR, Selasa (31/7).

Reza juga mengungkapkan, fenomena kasus bunuh diri di kalangan aparat kepolisian jumlahnya dua kali lipat dibandingkan kasus polisi yang dibunuh.

“Polisi yang bunuh diri juga dua kali lebih banyak ketimbang polisi yang dibunuh,” papar Reza.

Imbasnya, kata Reza, fenomena itu menjadikan publik kehilangan kepercayaan terhadap para aparat polisi. Namun belakangan, masyarakat luas semakin percaya atas kinerja kepolisian.

“Kita bisa bayangkan, meningginya kepercayaan masyarakat pada polisi diasumsikan merupakan hasil kerja keras, keras, keras dari Polri,” terangnya.

Namun masih ada kalangan yang mengecam keras tindak pelanggaran yang dilakukan oknum kepolisian, misalnya kasus NAPZA. Reza mengatakan, Polri juga patut diingatkan lagi ihwal compassion fatigue, atau fenomena letih emosi dan cenderung frustasi.

“Semangat melayani masyarakat bisa berisiko pada anjloknya stamina polisi. Pengikisan terhadap sisi insani (dehumanisasi) polisi pun dapat berkonsekuensi serupa. Nah, dalam situasi semacam itu, alat bantu apa yang bisa dalam sekejap mengatrol stamina kembali?” tukas Reza.

Advertisementdiskusi publik wagub dki