Sekolah Diharapkan Berperan Aktif Tangkal Paham Radikal

Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan oleh anggota MPR RI, H. Anda , SE, MM

MONITOR, Jakarta – Pelibatan anak usia sekolah dalam aksi pemboman di beberapa lokasi di Kota Surabaya Jawa Timur membuat sejumlah kalangan prihatin. Alhasil aksi biadab yang mengatasnamakan agama itu pun mendapat kecaman dari berbagai pihak. Tak terkecuali dari Anggota Komisi VIII DPR, H. Anda.

Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Provinsi Banten itu mengatakan, aksi terorisme dengan mengatasnamakan agama serta melibatkan anak-anak tidak hanya menlukai hati para korban, akan tetapi juga membuat umat muslim di Indonesia menangis.

“Paham radikalisme yang mendorong pelaku teror itu tidak dibenarkan dalam agama apapun. Dan yang lebih membuat heran lagi aksi teror itu melibatkan anak yang masih usia sekolah,” kata H. Anda dalam acara Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan dan buka puasa bersama yang digelar di SMA 2 Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Minggu (20/5).

Politisi Gerindra itu juga turut mengecam aksi yang memakan banyak korban tersebut. Serta meminta pihak sekolah khususnya di Kabupaten Lebak bisa turut serta menangkal paham radikal tersebut.

“Kami di DPR mengecam aksi tersebut. Dan kedepan semoga tidak terjadi lagi aksi serupa,” tutur pria yang akrab di sapa Nanda itu.

Nanda melanjutkan, untuk menangkal paham radikal itu, tentunya sekolah mempunyai peran strategis.

“Saya harap sekolah bisa berperan aktif menangkal paham radikal, salah satunya dengan menguatkan pendidikan keagamaan, wawasan kebangsaan dan Pancasila,” imbuh Nanda.

Dalam acara yang dihadiri para guru dan ratusan siswa itu, Nanda sebagai anggota DPR yang membidangi Keagamaan dan Sosial itu mewanti-wanti kepada pihak sekolah agar selalu mengawasi para siswanya