KPAI: Intimidasi di CFD HI Menakuti Anak-Anak

MONITOR, Jakarta – Aksi intimidasi yang dilakukan kelompok masyarakat berkaos #2019GantiPresiden saat kegiatan car free day di Bundaran HI memicu kemarahan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Insiden ini lantaran menempatkan perempuan dan anak sebagai korban kekerasan.

“Kami menyesalkan jika fasilitas rekreasi yang harusnya ramah anak justru sebaliknya membuat anak ketakutan dan sangat tidak ramah anak dengan adanya insiden seperti Minggu pagi,” ujar Susianah Affandy, Komisioner yang membidangi sosial dan anak.

Bagi Susianah, semua warga negara bebas menyampaikan aspirasi politik dengan tetap menjaga kesantunan dan menghormati hak-hak anak. Dalam perspektif KPAI, anak-anak harus terlindungi dari eksploitasi politik. Dalam kasus yang terjadi minggu pagi itu memperlihatkan kepada kita tentang perilaku politik yang arogan, orang dewasa melakukan tindakan persekusi dan bullying kepada pengguna car free day yang diketahuinya tidak sepaham dengan pilihan politiknya.

“Ironisnya tindakan tersebut dipertontonkan kepada anak-anak yang juga sedang rekreasi di car free day. Anak yang tengah bersama Ibunya menangis dan ketakutan karena secara psikologis, pada usia tersebut mereka merasa jiwanya terancam sehingga menangis,” imbuhnya.

Terkait adanya perbedaan pandangan politik, KPAI menganggap wajar namun tetap menghimbau masyarakat untuk menyalurkan aspirasi politiknya secara benar, sehingga tidak menggunakan fasilitas publik yang justru mereduksi fungsinya.

“Jadikan car free day sebagai ruang rekreasi keluarga yang ramah anak. Kalaupun selama ini fasilitas car free day digunakan untuk hal di luar rekreasi keluarga, kami tidak mempermasalahkan sepanjang untuk kepentingan kemaslahatan seperti edukasi, penyuluhan dan kampanye yang membangun partisipasi warga masyarakat,” tegasnya.