Yuk, Kenali Vaksin MR Lebih Dalam

Ilustrasi Vaksin MR (Foto: dok Merdeka.com)

MONITOR – Beredarnya himbauan MUI tentang larangan suntik vaksin campak (meales) dan rubella (Vaksin MR) di bulan imunisasi ini tengah menjadi sorotan. Kekhawatiran orang tua pun pasti muncul diberbagai penjuru dunia. Namun, sebelum kekhawatiran tersebut muncul, apa salahnya mengetahui dahulu apa itu vaksin MR.

Lantas, apa sih sebenarnya manfaat vaksin MR untuk tubuh?

Mungkin, sebelumnya Anda telah mendengar jenis vaksin MMR. Ya, pemberian vaksin ini ditujukan untuk mengobati Measles (campak), Mumps (gondongan), dan Rubella. Nah, kini ada pula jenis vaksin MR. Sedikit berbeda dengan vaksin MMR, vaksin ini ditujukan untuk menurunkan risiko tubuh terkena infeksi penyakit Measles (campak) dan Rubella saja.

Akibat jika tidak mendapatkan vaksin MR.

Segera ajak anak ke rumah sakit terdekat jika mereka terbukti belum pernah mendapatkan vaksin MR! Mengapa? Karena jika anak tidak mendapatkan vaksin jenis ini, maka tubunya berisiko terkena penyakit campak dan Rubella.

Campak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus campak. Biasanya, penyakit ini menyerang balita dan anak-anak. Umumnya ditandai dengan demam dan kemunculan bercak putih keabu-abuan pada mulut dan tenggorokan, campak yang tidak segera ditangani terbukti dapat memicu timbulnya komplikasi medis lain, seperti:

1. Kejang
2. Infeksi pada telinga, paru-paru, dan saluran pernapasan
3. Radang pita suara
4. Meningitis
5. Hepatitis dan/atau infeksi hati
6. Peradangan otak (ensefalitis)
7. Pada ibu hamil. Infeksi campak bisa memicu keguguran, bayi lahir prematur, atau bayi        dengan berat badan rendah.

Sedangkan, Rubella dapat menyerang ibu hamil dan terbukti dapat meningkatkan risiko lahirnya janin dengan sindrom rubella kongenital. Lantas, apa yang akan terjadi jika bayi terlahir dengan kondisi tersebut? Maka ia berpotensi besar menderita beberapa keluhan medis berikut ini:

1. Tuli dan/atau katarak
2. Penyakit jantung kongenital
3. Kerusakan pada beberapa organ vital, seperti otak, hati, dan paru-paru.
4. Diabetes tipe 1
5. Hipertiroidisme atau hipotiroidisme
6. Pembengkakan otak

Kapan harus mendapatkan vaksin MR?

Perlu diketahui bahwa vaksin jenis ini wajib didapatkan oleh mereka yang berusia 9 bulan-15 tahun. Lebih lanjut, jika ingin mendapatkan efek yang lebih optimal vaksin baiknya didapatkan anak secara rutin, yaitu di usia 9 bulan, 18 bulan, dan ketika ia sudah menginjak usia sekolah jenjang kelas 1 SD.

Mungkin sebagian dari Anda bertanya-tanya, “Adakah efek samping vaksin MR yang harus diwaspadai?”. Tenang, dapat dipastikan bahwa vaksin MR tidak akan memicu efek samping apapun. Memang, dalam beberapa kasus tubuh bisa saja menunjukkan gejala penolakan sementara, seperti demam dan bengkak/ruam di diaerah yang terkena suntikan. Namun, gejala ini akan menghilang dengan sendirinya, berkisar kurang dari 2 hari.

Lalu, ada sebagian pula yang mempertanyakan kehalalan vaksin MR. Untuk masalah ini, Menteri Kesehatan RI, Nila F. Moeloek mengungkapkan sendiri bahwa vaksin dijamin halal dan aman digunakan.

Jadi, sudah tidak ada alasan lagi untuk enggan mendapatkan vaksin MR. Semoga bermanfaat ya!