YM Dorong Jutaan Pengguna Paytren Jadi Anggota Koperasi

MONITOR, Jakarta – Dukungan terhadap dunia koperasi semakin menyeruak menjelang HUT Koperasi pada 12 Juli mendatang. Salah satunya dari Ustadz Yusuf Mansur (YM) yang siap membawa gerbong Paytren (perusahaan layanan uang elektronik/e-money yang didirikannya pada 2014-red) ke ranah koperasi, berikut 3 juta pengguna/mitra Paytren akan diarahkan menjadi anggota koperasi.

“Selamat kepada Koperasi dan akan merayakan HUT-nya ke 71, 12 juli mendatang, dan saya bersyukur di bawah pak Puspayoga, banyak kemajuan yang didapat koperasi dan UKM pada umumnya, terbukti dengan naiknya rasio wirausaha, kontribusi terhadap PDB yang meningkat, turunnya suku bunga KUR (Kredit Usaha Rakyat) dan terakhir turunnya tarif pajak menjadi 0,5 persen,” ujar Ustadz YM, di Jakarta, Rabu (5/7), malam

Menurut YM, paytren yang dibawa ke dunia koperasi dikarenakan koperasi adalah soko guru perekonomian, yang dinilai sesuai dengan konsep uang kecil atau recehan yang jika disatukan melalui koperasi akan menjadi kekuatan yang dahsyat.

“Sayangnya, sampai saat ini konsep tersebut belum banyak dilakukan di dunia koperasi Indonesia. Koperasi kita masih banyak didominasi koperasi simpan pinjam walaupun itu juga kalau digerakkan bisa jadi gede sekali, tapi saya memang agak fokus untuk kemudian membawa koperasi ke ranah investasi,” katanya.

YM mengaku optimis dengan rencananya ini, karena selain sudah mendapat izin dari otoritas moneter (BI) pihanya juga sudah mendapat ijin dari pengawas jasa keuangan (OJK).

“Sekarang saya mendapat dukungan dari Kemenkop dan UKM, rasanya itu sudah lengkap bagi saya untuk segera memajukan koperasi dengan menjadi investor,” katanya.

Tidak hanya itu, YM pun juga menginginkan agar koperasi di Indonesia mengambil peran penting seperti menjadi investor bagi proyek-proyek raksasa sekaligus mampu mengelola entitas yang menguasai hajat hidup orang banyak.

Menurut dia, jika perlu setiap produk yang digunakan secara masal dan banyak digunakan apalagi strategis, harus dimiliki sahamnya oleh koperasi.

YM pun kemudian bertekad meletakkan dasar perintisan koperasi yang terhubung dengan aset manajemen, modal ventura, perbankan, fintech, dan payment gateways.

“Saya menggabungkannya dalam tubuh Paytren dimana koperasi menjadi backbone, roh, nyawa, dan sistem perjuangan di dalamnya,” katanya.

Hingga saat ini, pengguna Paytren yang dirintisnya sudah tercatat lebih dari 3 juta yang nantinya seluruhnya akan memiliki SID sehingga terhubung dengan Dukcapil agar kemudian masalah big data lebih mudah terselesaikan.

“Mereka semua kita jadikan anggota koperasi lalu kita satukan potensi mereka,” katanya.

Ia membayangkan jika proyek strategis seperti tol, bandara, pelabuhan, dan proyek infrastruktur lainnya semestinya dilakukan oleh koperasi maka hal itu pasti akan lebih terasa langsung manfaatnya bagi masyarakat banyak.

“Orang kecil sekarang bisa menjadi investor, memang kalau sendirian enggak akan bisa tapi kalau bersama-sama melalui koperasi itu sangat mungkin. Kita jangan cuma pakai, ayo dengan kelincahan koperasi kita masuk ke dunia investasi,” katanya.

Terkait langkah menjadi investor, salah satu yang sudah direalisasikan YM adalah dengan membeli saham BRI Syariah (dengan kode emiten BRIS) dilantai bursa, melalui Paytren Aset Management dan Kopindo (Koperasi Indonesia Berjamaah).

“Setelah BRIS, dimana koperasi menjadi salah satu pemegang saham di BRIS, kita juga jalan jalan ke bank bank syariah lain. Dalam arti kita akan membeli juga saham-saham bank syariah lainnya. Ini industrti terbuka, sekarang kesempatan bagi koperasi, kecil kecil tapi bisa beli barang besar,” katanya.

Pada waktu yang sama, Direktur Operasional BRIS, Wildan mengatakan, YM menjadi salah satu pembeli saham PT Bank BRI syariah Tbk. melalui Paytren Asset Management (PAM) dan Kopindo.

“Pak Yusuf Mansur itu masuk melalui usaha dia yang namanya Paytren (dan) melalui Kopindo (Koperasi Indonesia Berjamaah),” katanya.

Sedangkan Direktur Utama PT Bahana Sekuritas (penjamin emisi BRIS), Feb Sumandar, mengatakan YM masuk melalui skema kontrak pengelolaan dana (KPD) dan memiliki saham kurang dari 20 persen dari saham BRI Syariah yang dilepas ke publik.

Menurut Feb, YM sebetulnya memiliki kemampuan membeli saham berkode BRIS lebih banyak. Namun, para penjamin efek harus membatasinya karena ingin mengalokasikan saham BRIS pada investor lain juga.