Rakor Mentan dan Bulog Bahas Solusi Stabilkan Harga Pangan

MONITOR, Jakarta – Menteri Pertanian hari ini melakukan rapat koordinasi dengan Nakhoda Baru Badan Urusan Logistik (Bulog) Komjen. Purn. Polisi, Budi Waseso, Rabu (9/5). Rapat kordinasi ini memaparkan rencana dan evaluasi “Sergap” atau Serap Gabah Petani dan Pengadaan 1000 Unit Dryer, di 8 Sentra Produksi Gabah Nasional.

Dalam paparannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya komitmen dan sinergitas antar lembaga terutama dilapangan. Kementerian Pertanian, sebagai regulator dan bertanggung jawab pada produksi dan Bulog sebagai operator, harus mengambil peran dan tanggung jawab bersama.

“Demi “Merah Putih”, kita duduk bersama disini, seluruh jajaran “Pimpinan” Kementerian dan Unit Pelaksana Teknis dilapangan BPTP, hadir memenuhi undangan Kabulog, ini bertujuan agar konsolidasi dapat tercapai mulai dari bawah,” ujar Amran.

Amran menegaskan jika berbagai asumsi terkait stabilitas pangan sudah dijalankan namun hingga hari ini persoalan yang dihadapi belum tuntas.

“Pekan ini kita, merasa ada hal baru, laporan angka serapan dalam pekan pertama penugasan Kabulog baru, serapan naik hingga 22.000 ton/ hari, ini luar biasa, walau data hari ini dari lapangan turun menjadi 17.000 ton, kami yakin dengan kepemimpinan Kabulog baru, pasti semua berubah,” tambahnya.

Menurut Amran, sesuai arahan Presiden Jokowi di Rakortas dimana 2,2 juta ton beras dapat tercapai, demikian juga halnya menyangkut ketersediaan stok pangan untuk bulan Ramadhan dan Idul Fitri, sampai saat ini aman.

“Tahun lalu, stablitas harga mendapat apresiasi terbaik dalam 10 tahun terakhir, dan tahun ini kita berharap harus lebih baik dari tahun lalu, tidak ada alasan untuk tidak lebih baik, demi Merah Putih, mari kita bangun kerja sama yang saling mendukung,” ujar Mentan.

Amran juga menunjukkan beberapa analisa pasar yang abnormal dimana selama ini indikatornya adalah “stok Bulog dan suplay ke Pasar Induk Cipinang” yaitu bila terpenuhi akan menurunkan harga.

“Saat ini “Stok Bulog ada 1 Juta Ton dan Suplay di Pasar Induk Beras Cipinang lebih 40.000, Ton” namun faktanya harga tidak signifikan turun, berarti ada yang salah dan harus diperbaiki,” ungkapnya.