Tim Sergap Terus Dorong Pemenuhan Cadangan Beras Pemerintah

MONITOR, Jakarta – Tim Sergap (serap gabah petani) terus mendorong pemenuhan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di berbagai sentra produksi padi melalui kerja sama dengan Mitra Perum BULOG. Hal ini gencar dilakukan sebagai upaya akselerasi percepatan pencapaian target pada periode Juli – Agustus 2018.

Menurut Kepala Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian, Benny Rachman, untuk mengejar ketertinggalan capaian pengadaan beras, perlu partisipasi semua pihak, terutama dari Mitra Perum BULOG.

“Kami mohon kontribusi dari para Mitra untuk berpartisipasi memperkuat cadangan beras pemerintah, yang hingga saat ini baru mencapai 65% sehingga sebelum akhir tahun, target Cadangan Beras Pemerintah dapat tercapai seperti diharapkan,” ujar Benny, saat memimpin sergap gabah di di kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (12/7).

Menanggapi hal tersebut, salah satu Mitra dari Lamongan mengatakan, pada bulan Juli – Agustus di wilayahnya sedang 7berlangsung musim panen gadu yang diperkirakan akan menghasilkan 15-20% dari total produksi tahun 2018.

“Saat ini di wilayah kami sedang masuk musim panen gadu, kami usul agar pertemuan berikutnya diselenggarakan di Lamongan,” ujarnya.

Kepala Subdivre Bojonegoro, Akbar, yang memiliki wilayah kerja di tiga kabupaten yaitu Bojonegoro, Tuban, dan Lamongan, pihaknya optimis dapat memenuhi target pengadaan tahun ini.

“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Mitra atas kontribusinya selama ini, kini dari target harian 386 ton, kami semakin semangat dan optimis bisa mencapai 400 ton per hari sebagai upaya akselerasi,” ujar Akbar

Untuk diketahui, Subdivre Bojonegoro pada tahun 2018 memiliki target pengadaan 75 ribu ton setara beras yang hingga saat ini sudah tercapai 45%. Selain di Bojonegoro, Tim Sergap juga bekerja di beberapa wilayah di Jawa Timur, antara lain Madiun, Jember, dan Banyuwangi.

Rapat sergap diakhiri dengan penandatanganan komitmen pembelian beras oleh bulog sebanyak 5.650 ton.

Selain dari Kementan, Bulog, dan perusahaan penggilingan/gapoktan, juga hadir perwakilan Kodim setempat dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bojonegoro.