Nilai Tukar Rupiah Merosot, Sense of Crisis Gubernur BI Dipertanyakan

MONITOR, Jakarta- Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun mengaku terkejut dengan kondisi nilai tukar rupiah yang merosot hingga tembus diangka Rp14.000 per dollar Amerika Serikat (AS).

Bahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, sang Gubernur Bank Indonesia sedang berada di luar negeri dalam waktu perjalanan yang cukup lama pada sisa masa jabatannya yang tinggal menghitung hari itu.

“Saya menduga sepertinya Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardoyo tidak ingin mewariskan nilai tukar rupiah yang kuat sebagai legacy jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia,” kata Misbakhun dalam keterangan tertulis nya , Rabu (9/5).

Politikus Golkar itu juga menilai tidak adanya sikap ketergugahan yang ditunjukan mantan Dirut Bank Mandiri alias sense of crisis terkait melorotnya nilai tukar rupiah, salah satunya dengan mempercepat waktu lawatannya di luar negeri.

Padahal, keadaan volatilitas nilai tukar rupiah saat ini, sambung Misbakhun, sangat mengganggu stabilitas perekonomian nasional, dan BI harus mengambil langkah-langkah yang strategis untuk mengembalikan nilai tukar rupiah pada jalur penguatan yang mencerminkan kekuatan ekonomi nasional.

“Saya meminta Gubernur Bank Indonesia segera pulang dan memperpendek perjalanan dinas untuk mengurus nilai kurs rupiah yang jeblok ini,” pungkasnya.