Kelola 8 Blok Migas, Pengamat Sarankan Pertamina Bebas Pilih Mitra

MONITOR, Jakarta – Direktur Eksekutif Energi Watch Mamit Setiawan mengatakan, ada delapan wilayah kerja (WK) blok migas yang habis masa kontrak kini diserahkan ke PT Pertamina (Persero).

Mamit menambahkan, dalam waktu dekat selain ada delapan WK terminasi, ada juga puluhan WK Migas lain yang akan habis masa kontrak.

"Ke depan banyak blok yang akan terminasi mulai Jawa, Sumatera sampai Papua," katanya pada dialog bertema 'Menimbang Pelibatan Mitra Asing Kelola Blok Migas Yang Diserahkan Ke Pertamina' di Jakarta, Rabu (10/4).

Karenanya, agar tidak membebani Pertamina dalam menjalankan penugasan dari pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Mamit menyarankan sebaiknya pemerintah tidak memaksakan kehendaknya kepada Pertamina terkait siapa mitra dan Participating Interest (PI) Pertamina dalam pengolaan WK migas.

"Berikan hak privilege itu, kepada Pertamina dalam hal pengelolaan wilayah kerja migas. Karena penugasan itu maksudnya pemaksaan kepada Pertamina untuk mengelola blok tersebut," terangnya.

Mamit juga menyinggung terkait lambatnya pemerintah dalam keluarkan surat resmi yang menetapkan PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero) sebagai pengelola Lapangan Sukowati di Bojonegoro, Jawa Timur.

Menurut Mamit, seharusnya pemerintah memberikan kepercayaan kepada Pertamina untuk mengambil seluruh blok terminasi. Apakah Pertamina membutuhkan mitra atau tidak, itu bergantung pada kebijakan manajemen Pertamina.

“Dalam menentukan mitra, Pertamina harusnya menggandeng mitra atau badan usaha yang mempunyai semangat yang sama tanpa ada intervensi. Pemerintah harus memberikan kepercayaan kepada Pertamina tanpa ada intervensi siapa pun. Biarkan Pertamina menentukan partner,” ungkap Mamit Setiawan.