Kebijakan Risma Alokasikan 30 Persen Anggaran Daerahnya untuk Pendidikan

MONITOR, Surabaya –  Walikota Surabaya, Tri Risma Harini memiliki komitmen untuk mencerdaskan para generasi ‘Arek-Arek Suroboyo’ ini dengan mengalokasikan anggaran daerahnya sebanyak 30-32 persen ke sektor pendidikan yakni sebesar Rp 2,04 triliun. Alokasi ini lebih tinggi dibandingkan amanat undang-undang yang mewajibkan anggaran pendidikan 20 persen. Uang tersebut digunakan untuk membangun infrastruktur pendidikan.

“Saya bangun 1.700 perpustakaan. Satu tahun itu kurang lebih saya rehab 100 sekolah. Saya bongkar semua, saya bangun (gedung sekolah),” ujar Risma saat ditemui di Balaikota, Surbaya, Senin (9/10).

Selain pembangunan fisik atau infrastruktur, Risma juga sangat peduli dengan pembangunan manusianya. Kepeduliannya itu ia wujudkan dengan menyediakan pelayanan pendidikan secara gratis sampai tingkat sekolah menegah atas (SMA). Tak hanya itu, untuk mengembangkan soft skill para pelajar, Risma pun menyediakan ‘Rumah Bahasa’.

“Kita ada 13 bahasa. Mulai Bahasa inggris, Chinese, sampai Bahasa rusia ada, Bahasa arab, itu semua free. Kemudian rumah matematika, anak-anak bisa kursus matematika di tempat itu gratis semua. Semua kita siapkan,” kata wanita yang mendapatkan gelar kehormatan Doktor Honoris Causa bidang Manajemen Pembangunan Kota di Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

Tak ayal, jika Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kota Surabaya terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data statistik, IPM kota Surabaya mengalami tren peningkatan selama 5 (lima) tahun terakhir. Di tahun 2010, tercatat hanya 77,20 kemudian menjadi 79,47 di tahun 2015.