Wawancara Ekslusif di Time, Ini yang Disampaikan Novel Baswedan

Monitor – Penyidik KPK, Novel Baswedan bicara blak-blakan saat diwawancara media daring time.com mengenai banyak hal dari perjuangan melawan korupsi hingga soal kasus penyerangan terhadap dirinya.

Dalam sebuah artikel yang berjudul "'I Don’t Want to Be Sad': Indonesia's Top Graft Buster Talks to TIME From His Hospital Bed", tersebut juga dijelaskan kondisi terakhir Novel saat diwawancara di Rumah Sakit Singapura pada 10 Juni lalu itu.

"Matanya masih dalam penyembuhan, dan kacamata pelindung ditempelkan di wajahnya. Dia duduk bersandar di tempat tidurnya, matanya terbuka tapi penglihatan kabur, merenungkan siapa yang telah melakukan ini padanya," tulis TIME.

Dalam wawancara eksklusif tersebut Novel mengaku bahwa kejadian penyerangan terhadapnya merupakan kali keenam. Penyerangan pertama ungkap Novel pada 2011 ketika sebuah mobil berbelok ke arahnya saat dia mengendarai motor menuju rumah yang awalnya dia berpikir itu hanya sebuah kecelakan sampai hal yang sama terjadi seminggu kemudian.

Dalam wawancara yang ditemani sang Ibunda itu Novel juga mengungkapkan bahwa dia tahu presiden Jokowi memerintahkan polisi untuk memprioritaskan kasus tersebut, namun dia mengatakan bahwa dia tidak tahu apakah presiden telah mengevaluasi apa arti penyelidikan selama dua bulan dimana masih belum menemukan tersangka.

"Jika ada seseorang yang bekerja di pemerintahan yang memerangi korupsi yang diserang berkali-kali dan tidak ada satupun kasus yang diselesaikan, ini adalah masalah bagi negara," ujar Novel kepada TIME.