Peran Indonesia di Badan Atom Dunia Tuai Pujian

Monitor, London – Dirjen Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) Yukiya Amano memuji peran penting dan sumbangsih Indonesia untuk badan internasional itu, seperti transfer teknologi nuklir kepada negara lain di kawasan, kerangka kerjasama Selatan-Selatan melalui program Regional Capacity Building Initiative (RCBI) dan bantuan untuk renovasi laboratorium IAEA di Seibersdorf.

Yukiya Amano menyampaikan apresiasi itu saat menerima Dubes Indonesia untuk Austria, Darmansjah Djumala, selaku Wakil Tetap RI terakreditasi pada IAEA usai menyerahkan surat kepercayaan, kata Sekretaris Ketiga Fungsi Politik KBRI/PTRI Wina Reski Kurnia Ilahi kepada Antara, Sabtu.

Djumala mengungkapkan pentingnya Indonesia dan IAEA meningkatkan kerjasama, terutama pada bidang aplikasi teknologi nuklir untuk mendukung program pembangunan, khususnya pada sektor yang manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat luas, seperti pertanian, kesehatan, teknologi irradiasi dan penanggulangan dampak bencana alam.

Djumala juga menekankan pentingnya sinergi Indonesia-IAEA dan meningkatkan kepedulian publik dalam soal pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai, sehingga produk nuklir seperti produk pangan dan pertanian tidak hanya terbukti keunggulannya secara ilmiah namun juga dapat kompetitif di pasar. 

"Dengan demikian, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat luas. Ini yang diharapkan dari diplomasi dan kerjasama multilateral yang bersifat membumi," kata Djumala seperti dilansir dari Antara, Sabtu (27/5/2017)

Jamkrindo-Jaminan Kredit Indonesia