Anies Buka Suara terkait Pencopotan Dirut Jakpro

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat memberikan sambutan (dok: Asep Monitor)

MONITOR, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mulai melakukan rotasi jabatan di tubuh Pemprov DKI Jakarta. Tak hanya merotasi jabatan di tingakat struktural pemerintahan. Sejumlah pejabat tinggi di Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI pun tak luput untuk di rotasi.

Belakangan beredar kabar Anies sudah mencopot Direktur Utama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), yakni Satya Heragandhi, dan sebagai gantinya adalah Dwi Wahyu Daryoto.

Anies pun berdalih kalau pencopotan Satya setelah melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada Selasa (10/7/) lalu.

Anies menyebut tidak ada pencopotan terhadap Satya, namun pemindahan tugas. Kedepan, sambung Anies Satya tetap akan dipercaya untuk menangani masalah seperti light rail transit (LRT).

“Hati-hati dengan istilah dicopot. Dicopot itu kan kesannya kinerja, jangan. Ini tour of duty. Karena kalau dicopot itu kesannya seperti diberhentikan. Ini tour of duty, kami sangat membutuhkan Pak Satya untuk LRT. Karena itu beliau difokuskan di LRT,” kata Anies di RS Islam Jakarta, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Rabu (11/7).

Digantinya Satya, menurut Anies sebagai tindaklanjut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang meminta Pemda DKI untuk fokus pengelolaan aset. Pemilihan Dwi pun dinilai sudah tepat karena berpengalaman mengelola aset Pertamina, pernah memimpin BWC (Bilodeau, Wells & Company), atau perusahaan konsultan akuntasi salah satu yang terbaik di dunia.

“Jadi seorang yang punya track record amat baik. Kemudian ke depan Pak Satya juga akan ada penugasan jadi nanti dalam hari-hari ke depan anda akan dengar tugas untuk Pak Satya. Pak Satya tidak akan jauh dari LRT karena beliau yang selama ini membantu LRT,” beber Anies.

“Jadi bukan dicopot. Pak Satya nanti akan bertugas di PT LRT Jakarta. Karena Jakpro itu kan holding-nya. Jadi bukan Pak Satya hilang. Nggak, justru Pak Satya yang sudah menguasai soal LRT kami ingin Pak Satya fokus di LRT Jakarta. Nanti holdingnya kami tugaskan orang yang bisa menata manajemen aset agar secara holding Jakpro bisa lebih baik,”sambung Anies.

Sekedar diketahui? PT. Jakpro merupakan BUMD yang mendapat tugas membangun LRT untuk menunjang kebutuhan para atlet Asian Games pada Agustus mendatang. LRT yang dibangun adalah Koridor Velodrome, Rawamangun-Kelapa Gading, Jakarta Utara.