Medsos Dikritik Merusak, Ini Kata Facebook

MONITOR, California AS – Facebook Inc memberikan jawaban terhadap tuduhan ilmiah dari para peneliti maupun orang dalam industri teknologi yang mengkritik media sosial (medsos) mengubah perilaku dan emosi.

Menurut Facebook melalui unggahannya, pada Minggu lalu menyatakan, media sosial dapat berfungsi positif jika digunakan secara aktif, misalnya mengirim pesan, daripada tindakan pasif seperti hanya melihat-lihat unggahan orang lain, seperti dikutip MONITOR dari portal Reuters, di Jakarta, Senin (18/12).

Facebook sudah mengetahui ada "riset menarik" mengenai efek buruk media sosial. Facebook menyanggah dan menyebut studi tersebut "tidak menyeluruh" serta berpendapat ada penelitian yang melebih-lebihkan bahaya media sosial.

"Kami melibatkan psikolog sosial, ilmuwan sosial dan sosiolog, kami juga berkolaborasi dengan akademisi terbaik untuk memahami kesejahteraan dan berusaha membuat Facebook menjadi tempat berkontribusi hal-hal positif," demikian bunyi unggahan yang ditulis oleh Direktur Riset Facebook, David Ginsberg dan peneliti Moira Burke.

Chamath Palihapitiya, Mantan pejabat Facebook, beberapa waktu lalu berpendapat Medsos dapat "menghancurkan fungsi masyarakat". Dan langsung ditanggapi Facebook dengan menyatakan Palihapitiya sudah tidak bersama mereka selama enam tahun dan tidak memahami perbaikan yang mereka lakukan.

Palihapitiya kemudian mengubah pendapatnya, kemudian menyatakan layanan tersebut "untuk kebaikan di dunia".

Media sosial seperti Facebook, Instagram, Twitter, Snapchat, dan YouTube dianggap dan berdasarkan beberapa penelitian membuat penggunanya ketagihan dan meningkatkan perilaku anti-sosial. Studi di Amerika Serikat pada Maret lalu menyatakan penggunaan media sosial dua jam sehari berkaitan dengan perasaan isolasi sosial.