MONITOR, Jakarta- Seiring dengan upaya membangun infrastruktur melalui pembiayaan non-anggaran pemerintah, Kementerian PPN/Bappenas melalui Tim Pembiayaan Investasi Non-Anggaran Pemerintah (PINA) lakukan upaya melalui skema pembiayaan alternatif (creative financing) yang memanfaatkan dana-dana jangka panjang dari publik dalam pemenuhan pembiayaan pengembangan infrastruktur di seluruh Indonesia.
"Ini merupakan terobosan dalam menjawab tantangan pemerintah pada pembangunan infrastruktur secara masif di Indonesia." kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/ Kepala Beppenas, Bambang Brodjonegoro di kantornya, Jakarta, Selasa (17/4)
Dari beragam spektrum yang menjadi perhatian dalam upaya membangun infrastruktur secara merata, sektor ketenagalistrikan menjadi salah satu fokus utama untuk meningkatkan daya saing bangsa melalui ketersediaan energi listrik yang memadai.
"Dalam mewujudkan mimpi tersebut, pemerintah mendorong peran aktif BUMN dan swasta untuk turut serta mengembangan sektor ini melalui skema bisnis Independent Power Producer (IPP)." terang Bambang.
Upaya mendukung pencapaian program pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan ini sesuai dengan Peraturan Presiden No. 58 tahun 2017 tentang Percopatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.
Saat ini, tim PINA tengah memfasilitasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Meulaboh 2×200 MW yang dibangun melalui konsorsium PT. PP Energi, China Datang Investment Co. (CDTO), dan PT Sumberdaya Sewatama untuk dapatkan pembiayaan alternatif yang bersumber dan dana non-anggaran pemerintah.
Terhadap proyek ini, Tim PINA memfasilitasi penerbitan perdana instrumen finansial Berharga Perpetual (SBP) yang dianggap memiliki fitur atraktif dalam pembiayaan investasi dari dana non-anggaran pemerintah.
" Ini salah satu alternatif pendanaan atau pembiayaan pembangunan non APBN yang diharap bisa menjadi tren besar di kemudian hari."ungkapnya.
