Tanggapi Curhatan Korban First Travel, DPR Bakal Bentuk Pansus

MONITOR, Jakarta – Para korban First Travel mendapat sambutan hangat saat melakukan audiensi bersama Komisi III DPR RI beberapa waktu lalu. Diketahui, saat ini total korban umroh bermasalah itu mencapai 300.000 Jiwa dan merugikan hampir Rp 3.000.000.000.000.

Mengenai hal itu, Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI-P Trimedya Panjaitan mengatakan usai mengadakan RDPU, komisinya sepakat untuk membentuk Panitia Khusus (Pansus) persoalan jamaah First Travel. Meski disetujui delapan fraksi, kata dia, komisi III tidak punya kewenangan untuk membentuk pansus langsung.

“Karena kan pansus itu lintas komisi, jadi yang dimungkinkan menurut tata tertib minggu depan kita rapat pleno komisi. rapat pleno komisi ini menyampaikan kepada pimpinan DPR, mungkin secara informal pak Bamsoet akan kita kontak,” kata Trimedya di Nusantara II, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/4).

“Karena itu juga, kita sampaikan kepada pimpinan DPR sehingga pimpinan DPR kemudian memanggil fraksi-fraksi yang ada di DPR ini kemudian menyepakati. Mudah-mudahan jika itu dapat terlaksana sebelum berakhirnya masa sidang ini 28 April ini bisa terbentuk oleh DPR,” ungkapnya lagi.

- Advertisement -

Selain itu, Komisi III dikatakan Trimedya, akan meminta bantuan para pengacara supaya mengawal perkara hukum tersebut. Hal ini akan disampaikan pada minggu depan, dengan melakukan rapat pleno dan menyampaikan pada pimpinan DPR.

“Habis ini saya akan telepon pak Kahar ketua komisi III supaya minggu depan dijadwalkan pleno,” tukasnya.

Tujuannya kata dia, tak lain untuk menyelematkan kepentingan masyarakat terutama umat yang sudah membayar kepada travel-travel biro perjalanan.

“Semua kan 21 menurut kawan-kawan first travel ini yang ada saat ini dan jumlahnya sangat besar sekali. kalau di total ini mungkin ratusan ribu orang sudah bayar tapi tidak bisa berangkat. terakhir kan Abu Tours itu kan. kemudian ada usulan dari beberapa kawan supaya dibuat aturannya,” tandasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER