MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bambang Soesatyo mengatakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi yang dilakukan oleh Pertamina tidak berdampak langsung terhadap masyarakat luas. Hanya sebagian kalangan saja yang merasakannya.
Menanggapi hal tersebut, Bamsoet begitu biasa ia disapa, dengan adanya kenaikan BBM tersebut ia tidak terlalu mempersoalkan, pasalnya dampak kenaikan tersebut hanya menyentuh kalangan menengah keatas saja, baginya kenaikan BBM tersebut tidak berpengaruh terhadap komoditi lain dan termasuk harga sembako.
"Saya pribadi engga mempersoalkan kenaikan itu karena tidak terlalu menyangkut langsung kepentingan rakyat banyak karena Pertamina dikonsumsi kalangan menengah atas untuk mobil-mobil mewah sehingga tidak langsung berdampak bagi masyarakat atau kenaikan bahan pokok," jelas Bamsoet di DPR, Senin, (26/2).
Selain itu, dijelaskannya juga terkait adanya kebijakan kenaikan harga BBM non subsidi tersebut bukan datang dari pihak pemerintah pusat melainkan dari Perusahaan BUMN Pertamina itu sendiri.
"Kenaikan itu bukanlah saat ini menjadi domain pemerintah tapi domain pemerintah atau corporate actionnya atau kebijakan perusahaan yang dijalankan oleh Pertamina," ungkapnya.
Seperti diketahui, PT Pertamina (Persero) kembali menaikkan harga Bahan Bakar Khusus (BBK) yang berlaku sejak Sabtu, (24/02). Kenaikannya itupun tertinggi sejak beberapa bulan terakhir, yakni mulai dari Rp300 per liter hingga Rp750 per liter.
Tercatat, harga Pertamax naik Rp300 per liter menjadi Rp8.900 per liter dari harga sebelumnya Rp8.600 per liter. Kenaikan ini terjadi pada pukul 00.00 WIB.
