MONITOR, Jakarta – Keluarga Alumni Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KA KAMMI) sukses menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) pertamanya di Hotel Royal, Kuningan, Minggu (4/2).
Apa hasilnya? Seperti agenda yang di jadwalkan, mukernas pertama KA KAMMI merekomendasikan sosok pemimpin bangsa yang pantas untuk melawan Joko Widodo calon petahana dan Prabowo Subianto Ketua Umum Partai Gerindra.
Sosok yang direkomendasikan KA KAMMI jatuh kepada Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah dan Anis Matta mantan Presiden PKS sebagai calon presiden Indonesia periode 2019-2024.
"Selanjutnya kami meminta kepada mereka berdua untuk terus berkomunikasi dengan berbagai pihak hingga proses pencalonan dan penetapan. Semoga Allah meridhoi upaya kami ini,"ujar Sekjen KA KAMMI Rahman Toha dalam keterangannya kepada wartawan di Royal Hotel Kuningan, Jakarta.
Sementara itu dalam penutupan Mukernas, Fahri Hamzah mengatakan bahwa yang dimaksud arah Indonesia baru yang dijadikan tema Mukernas adalah ke depan dan bukan ke kiri.
"Kami berkumpul disini sebagai upaya penyelamatan apa yang sudah dimulai dua puluh tahun lalu, pencapaian demokrasi yang sudah kita tempuh sejauh ini harus dijaga dari kelompok-kelompok yang ingin merenggutnya," ujar Fahri.
Fahri menambahkan, bahwa pemimpin baru Indonesia haruslah sosok yang mempunyai jiwa dan pikirannya menyatu dengan semangat reformasi 1998 itu.
Seperti diketahui, mukernas pertama KA KAMMI mengambil tema besar “Indonesia Baru, Pemimpin Baru, Arah Baru Indonesia”.
Ada tiga agenda penting yang dibahas yakni konsep dan arah baru Indonesia ke depan, calon presiden alternatif yang akan diusulkan oleh KA KAMMI kepada partai politik dan publik, dan Pawai Kebangsaan sebagai cara organisasi dalam mengawal Indonesia Baru, Pemimpin Baru dan Arah Baru Indonesia, serta menghimpun semua kekuatan bangsa.
