Jumat, 1 Mei, 2026

Semen Indonesia Bicara Soal Manfaat Holding BUMN

MONITOR, Jakarta – Hadir dalam Forum Merdeka Barat (FMB) 9 bertajuk "Mengapa Perlu Holding BUMN?", Selasa (5/12) Corporate Severtary PT Semen Indonesia Agung Wiharto berbicara tentang berbagai keuntungan holding BUMN, belajar dari pengalaman PT Semen Indonesia.

Ia menceritakan, holding BUMN pertama kali dilakukan tahun 1994, yakni holding Semen Indonesia. Holding yang diisi oleh PT Semen Gersik, PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa saat itu segera menguasai pangsa pasar Indoensia.

Selain menguasai pasar, holding tiga BUMN yang pertama kali melakukan IPO di bursa saham dan menjadi multi nasional cmpany (MNC) tersebut juga dikatakan sebagai BUMN hebat yang tak pernah merugi.

"Hingga 1974, hanya ada tiga perusahaan semen yang menguasai pasar, yaitu Semen Padang, Semen Gersik dan Semen Tonasa," kata Agung seraya menjelaskan situasi persaingan pasar semen di Indonesia kala itu. Dimana kapasitas produksi tiga BUMN tersebut sempat menurun lantaran kalah dengan swasta.

- Advertisement -

Lebih lanjut Agung memaparkan, latar belakang terbentuknya holding Semen Indonesia adalah pertumbuhan konsumsi semen domestik yang berada diatas 6 persen pertahun, seiring sektor konstruksi yang meningkat pesat dengan laju 13,6 persen per tahun. Dengan demikian holding dikatakan sebagai strategi usaha perseroan yang akan berkembang dari perusahaan daerah menjadi nasional, dan memperkuat posisi perseroan dalam rangka memenangkan persaingan.

Hal itu termasuk menambah kapasitas priduksi dengan cepat, meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat dan meningkatkan efisiensi logistik dan distribusi, juga memperkuat dan memperluas daerah pemasaran nasional.

"Pada tahun 2013 kita sudah menjadi terbesar se-Asia Tenggara dari segi kapasitas," katanya lagi, dimana kapasitas produksi semen saat ini berada pada level 106 juta ton ditengah masuknya 'pemain baru' yang mendorong persaingan harga dan margin lebih ketat.

"Namun kita menguasai market share. Kami tetap terdean di Indonesia," pungkas Agung.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER