MONITOR, Kudus – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mendukung pengembangan wisata makam situs Wali Songo sehingga bisa menarik lebih banyak wisatawan dan bisa dipromosikan hingga tingkat internasional.
Untuk mendukung hal itu, pemerintah daerah diminta memperbaiki infrastuktur agar memadai dan berkualitas seperti akses jalan, tempat penginapan, restoran dan fasilitas internet yang baik.
"Kami berharap masing-masing pemerintah daerah bisa memaksimalkan potensi ini. Pemerintah daerah perlu memperbaiki infrastukturnya," kata Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Nadjamuddin Ramly, usia membuka Pameran Artefak Peninggalan Wali Songo di Komplek Makam Sunan Kudus dan Masjid Menara Kudus (30/11).
Ia optimistis apabila dikemas lebih baik maka peninggalan para penyebar Islam serta kebesaran Islam tempo dulu akan diketahui masyarakat luas.
Bahkan ia yakin apabila hal itu benar-benar bisa direalisasikan, pemerintah daerah juga akan diuntungkan sebagai pemasukan pendapatan asli daerah, seperti retribusi wisatawan.
"Setidaknya pemasukan yang diperoleh juga tidak sekadar derma dari para peziarah, melainkan ada retribusi setiap wisatawan," katanya.
Peziarah Makam Sunan Kudus tidak hanya sekadar melakukan ritual keagamaan karena di tempat tersebut juga terdapat peninggalan wali berupa bangunan menara.
Selain itu, di kompleks Makam Sunan Kudus dan Menara Kudus juga terdapat museum yang di dalamnya terdapat informasi seputar perjuangan Sunan Kudus maupun benda-benda bersejarah lainnya untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk wisatawan untuk mengetahui sejarah tentang Sunan Kudus. Museum tersebut diharapkan bisa menjadi pusat informasi seputar sejarah Sunan Kudus.
