Dibanding Gas, ESDM Akan Prioritaskan Pembangunan PLTU

MONITOR, Jakarta – Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) menyatakan tidak semua pembangunan pembangkit listrik ditunda. Hal itu diutarakan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Andy Noorsaman Sommeng, seiring meluasnya kabar mengenai penundaan proyek pembangunan listrik 35 ribu Mega Watt (MW).

Andy menjelaskan, pembangunan proyek tersebut harus disesuaikan dengan kebutuhan. Apalagi seperti Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang pembangunannya membutuhkan durasi yang tak singkat, Andy menyatakan akan tetap memprioritaskannya.

"Paling rescheduling mana yang waktunya lama, diduluin dulu, yang butuh waktu lama 3-4 tahun mungkin diprioritaskan.‎ Ya itu tetap jalan‎ (PLTU)," kata Andy di Hotel Kempinski Jakarta, Senin (16/10) kemarin.

Sementara jenis Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) yang pembangunannya lebih mudah, Andy menyatakan akan menundanya. "Mana yang paling cepat, gas misalnya," ujar Andy.

- Advertisement -

Proyek ini ditunda, kata dia, lantaran pembangunannya jauh lebih mudah dibandingkan pembangkit yang lain. "Ini ditaruh paling belakangan karena gampang," pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER