MONITOR, Jakarta – Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), I Ketut Diarmita menyatakan bahwa tingkat konsumsi masyarakat terhadap protein hewani dari daging domba dan kambing masih sangat rendah. Padahal, indeks pertumbuhan ternak domba dan kambing di Indonesia mengalami kenaikan.
Diarmita menuturkan, tren konsumsi protein hewani dari domba dan kambing masih belum dilirik masyarakat Indonesia. Terbukti, data Kementan mencatat tingkat konsumsi daging domba dan kambing masih jauh di bawah tingkat konsumsi ayam dan sapi.
"Pertumbuhan ternak domba dan kambing di Indonesia naik, namun untuk konsumsi domba dan kambing ini memang belum begitu tingggi. Sekarang yang paling tinggi di indonesia ayam, sapi baru kemudian kambing dan domba," ujar Diarmita di Gedung Kementan, Jakarta, Rabu (20/2).
Pria asal Bali itu menambahkan, saat ini hampir 40 persen konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia didominasi unggas, khususnya ayam.
Untuk itu, sambung Diarmita, Kementan membuat kebijakan kluster peternakan untuk kambing dan domba, yaitu menggabungkan para peternak kecil dalam satu kawasan manajemen.
"Untuk kambing dan domba ini sudah ada kluster peternakannya di beberapa daerah di Indonesia, dan akan dibangun lebih besar lagi," imbuh Diarmita.
