Industri Perangkat Seluler di Indonesia Serap 13 Ribu Tenaga Kerja

MONITOR, Bogor – Kementerian Komuikasi dan Informatika (Kemkominfo) melalui Ditjen SDPPI mencatat terserap sekitar tiga belas ribu tenaga kerja dalam investasi industri manufaktur perangkat seluler di Indonesia.

Dikatakan Plt. Direktur Standardisasi Perangkat Pos dan Informatika Kemkominfo, Mochammad Hadiyana, data tersebut diperoleh dari pendataan sertifikasi perangkat seluler dengan total investasi mencapai RP 7 Triliun itu.

“Sekitar 43 merek perangkat telepon seluler sudah dibuat di Indonesia dengan total investasi manufaktur kurang lebih 7 triliun rupiah dan penyerapan tenaga kerja sebesar 13.000 pekerja,” katanya di Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/8).

Saat ini, sambung Hadiyana, jumlah tersebut diperoleh dari delapan belas perusahaan manufaktur industri seluler di Indonesia.

- Advertisement -

“Saat ini sudah tumbuh delapan belas perusahaan yang berfungsi sebagai electronic manufacturing system untuk merakit perangkat telepon seluler, komputer genggam dan komputer tablet,” imbuhnya.

Hadiyana menambahkan, dengan tumbuhnya produksi industri selular di tanah air ini telah menekan aktivitas impor produk sejenis ke Indonesia.

“Dalam akhir tahun 2016, produk impor menurun sebesar lebih kurang 36% dari tahun 2015, menjadi lebih kurang 18,5 juta unit dengan nilai lebih kurang USD 775 juta untuk 50 merek lokal dan internasional,” paparnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER