MONITOR – Mantan Kepala Markas Besar Komunikasi Pemerintah (GCHQ), organisasi intelijen dan keamanan Inggris, Robert Hannigan , mendorong anak-anak untuk meluangkan lebih banyak waktu online didepan komputer.
Dorongan tersebut, lantaran Inggris tengah mengejar ketertinggalan karena kurangnya keterampilan cyber di negara tersebut.
Dilansir Sputniknews, Hannigan mengatakan orang tua harus menahan diri untuk merelakan anak-anak mereka menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar komputer selama libur musim panas.
"Asumsi bahwa waktu online atau didepan layar adalah membuang-buang waktu hidup perlu dilawan. Itu hanya rasa takut," kata Hannigan.
Namun tidak semua orang sepakat dengan pernyataan Hannigan, salah satunya yakni Children's commissioner, Anne Longfield. Dia memperingatkan orang tua bahwa mereka harus menghentikan anak-anak mereka menggunakan terlalu banyak media sosial, bahkan ia menyamakan medsos dengan "junk food" atau makanan cepat saji yang kurang menyehatkan.

Terlepas dari hal itu, Hannigan percaya bahwa orang tua seharusnya tidak cemas jika anak mereka menikmati waktu luang dengan bermain komputer.
"Jika anda menghabiskan waktu liburan anda yang tidak proporsional atau tidak berhasil memisahkan anak anda dari Wifi atau perangkat digital mereka, jangan cemas," katanya.
"Anda orang tua yang malang, padahal anda bisa membantu mereka dan menyelamatkan negara," Hannigan menambahkan.
Menurut laporan Ofcom, diketahui anak-anak dari segala umur banyak menghabiskan waktu di depan layar digital, dimana anak berusia anak 5 sampai 15 tahun setidaknya menghabiskan 15 jam online dalam sepekan.

Hannigan juga percaya bahwa semakin banyak anak-anak yang menghabiskan waktu untuk online, maka semakin baik untuk masa depan cybersecurity Inggris, karena negara tersebut membutuhkan lebih banyak tenaga ahli.
"Negara ini sangat kekurangan insinyur dan ilmuwan komputer, dan tidak memiliki 'keterampilan cyber' yang kini sedang banyak dibutuhkan… Dasar pemahaman terlalu rendah dan sering tertinggal dari pesaing kita," katanya.
"Jika kita ingin memanfaatkan ledakan data yang akan datang melalui internet, dan kedatangan kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin, kita membutuhkan orang muda yang telah diizinkan untuk berperilaku seperti ahli, mengeksplorasi, memecahkan banyak hal dan mengumpulkan mereka," pungkas Hannigan.
