Kementan Salurkan Bantuan Obat untuk Ternak Terdampak Bencana di Sumatera

MONITOR, Sumatera — Bencana tidak hanya berdampak pada rumah dan lahan warga, tetapi juga pada ternak yang menjadi sumber penghidupan keluarga peternak. Karena itu, kesehatan ternak perlu mendapat perhatian dalam proses pemulihan pascabencana.

Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mengalokasikan bantuan obat hewan untuk tiga provinsi di Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan peternakan di wilayah terdampak.

Bantuan tersebut mencapai 249.917 dosis dan dialokasikan untuk 27 kabupaten/kota. Rinciannya, 128.552 dosis untuk Aceh, 77.024 dosis untuk Sumatera Utara, dan 44.341 dosis untuk Sumatera Barat.

Direktur Kesehatan Hewan, Hendra Wibawa, mengatakan kesehatan ternak merupakan bagian penting dari upaya memulihkan usaha peternakan setelah bencana.

- Advertisement -

“Bagi peternak, ternak bukan sekadar hewan peliharaan, tetapi juga sumber penghidupan keluarga. Karena itu, kesehatan ternak perlu diperhatikan dalam proses pemulihan pascabencana. Bantuan ini diharapkan dapat membantu peternak merawat ternaknya sesuai kebutuhan dan petunjuk penggunaan,” ujar Hendra di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Bantuan tersebut mencakup vitamin, obat cacing, disinfektan untuk membantu menjaga kebersihan kandang, obat penurun demam, serta premiks atau campuran tambahan pakan. Penyalurannya dilakukan melalui dinas yang menangani peternakan di daerah untuk diteruskan kepada kelompok peternak penerima manfaat.

Hendra menjelaskan, penyaluran bantuan membutuhkan kerja sama berbagai pihak agar bantuan dapat diteruskan kepada kelompok peternak. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petugas kesehatan hewan memiliki peran yang saling melengkapi, mulai dari penyerahan hingga pendampingan penggunaan bantuan.

“Pemulihan peternakan pascabencana membutuhkan gotong royong. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, penyuluh, dan petugas kesehatan hewan perlu bekerja bersama agar bantuan dapat sampai kepada peternak yang membutuhkan dan digunakan sesuai petunjuk,” kata Hendra.

Di Kabupaten Aceh Tamiang, penyerahan bantuan secara simbolis dilaksanakan pada 15 Oktober 2026 di Desa Lueng Manyo, Kecamatan Manyak Payed. Wakil Bupati Aceh Tamiang, Ismail, menyerahkan bantuan kepada Ketua Kelompok Tani Muda Sedang, Julfa. Selanjutnya, dinas setempat akan meneruskan bantuan kepada kelompok-kelompok penerima manfaat.

Pada hari yang sama, bantuan untuk Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, diserahterimakan kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat di Kecamatan Stabat. Berdasarkan laporan pendampingan, penyaluran kepada kelompok-kelompok penerima manfaat mulai dilakukan pada 19 Oktober 2026.

Sementara itu, penyerahan bantuan untuk Sumatera Barat berlangsung di Kabupaten Pasaman Barat pada 15 Oktober dan Kabupaten Agam pada 16 Oktober 2026. Distribusi di kedua kabupaten tersebut mulai dilakukan dengan melibatkan penyuluh. Bantuan di Sumatera Barat juga disertai leaflet panduan penggunaan obat untuk membantu penerima memahami pemanfaatannya.

Menurut Hendra, gotong royong perlu terus dijaga selama proses pemulihan berlangsung. Bantuan kesehatan hewan merupakan salah satu bentuk dukungan agar peternak dapat merawat ternaknya dan berangsur melanjutkan usaha mereka.

“Yang ingin kita jaga bukan hanya kesehatan ternak, tetapi juga keberlangsungan usaha peternak. Dengan kerja sama dan pendampingan di lapangan, kita berharap bantuan ini bisa dimanfaatkan dengan baik untuk mendukung pemulihan mereka,” ujar Hendra.

Bantuan ini menjadi salah satu bentuk dukungan bagi peternak di wilayah terdampak bencana. Melalui kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petugas di lapangan, penyaluran diharapkan berjalan dengan baik dan membantu peternak menjaga kesehatan ternaknya selama masa pemulihan.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER

BERITA TERKINI