MONITOR, LEBAK – Peserta KKN Nusantara dari delegasi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Syekh Manshur (STAISMAN) Pandeglang, Banten, Rohman, menggagas dan melaksanakan Sosialisasi Tata Kelola Masjid dalam rangkaian KKN Nusantara Kelompok 15 di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Jumat (14/8/2026).
Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong pengelolaan masjid yang lebih tertib, profesional, dan berkelanjutan, khususnya dalam aspek administrasi, legalitas, serta kelembagaan. Masyarakat juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kelengkapan administrasi dan proses pengurusan sertifikasi masjid.
Rohman mengatakan, penguatan tata kelola masjid merupakan langkah sederhana namun strategis untuk membangun kelembagaan masjid yang lebih tertib dan mampu menjalankan fungsi sosial-keagamaannya secara berkelanjutan.
“Alhamdulillah, kegiatan dapat terlaksana dengan baik dan mendapat respons positif dari masyarakat. Semoga langkah kecil ini menjadi kontribusi nyata dalam mewujudkan tata kelola masjid yang lebih baik, tertib, dan berkelanjutan,” ujar Rohman, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI).
Menurutnya, pengelolaan masjid tidak semata-mata berkaitan dengan aspek administratif, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya merawat ekoteologi, menjaga tradisi, meneguhkan iman, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap kelestarian alam.
“Dalam KKN Nusantara ini kita menitikberatkan pada implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, kegiatan harus memiliki manfaat yang dapat dirasakan dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.
Melalui kegiatan tersebut, KKN Nusantara Kelompok 15 berupaya menempatkan masjid tidak hanya sebagai pusat ibadah, tetapi juga sebagai institusi sosial yang memiliki peran dalam membangun kehidupan masyarakat yang tertib, berdaya, dan peduli terhadap lingkungan. (ahm)
