Waka DPR Cucun Apresiasi Haji 2026 di Hadapan Prabowo, Beri Masukan Timwas ke Pemerintah

MONITOR, Jakarta – Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal memberikan apresiasi atas penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 2026 saat bertemu Presiden Prabowo Subianto. Ia pun menyampaikan sejumlah masukan dari Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI kepada Pemerintah agar penyelenggaraan Haji ke depan semakin lebih baik.

“Pengawasan kami di DPR RI dalam pelaksanan ibadah Haji ingin perbaikan sesungguhnya, Alhamdulillah di era Presiden Prabowo terwujud dan merupakan pelaksanaan terbaik dari pelaksanaan sebelumnya,” kata Cucun Ahmad Syamsurijal, Kamis (18/6/2026).

Apresiasi tersebut juga disampaikan Cucun saat Timwas Haji DPR RI bersama Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf melaporkan perkembangan penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6). Turut hadir pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang.

Cucun yang merupakan Ketua Timwas Haji DPR 2026 itu pun menilai penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 banyak memperlihatkan perubahan positif. Ia memberikan sejumlah laporan temuan Timwas Haji DPR kepada Presiden Prabowo.

- Advertisement -

Salah satu hal yang dilaporkan kepada Presiden Prabowo adalah perbaikan mekanisme keberangkatan jemaah yang dinilai mampu menekan potensi keberangkatan haji ilegal hingga proses administratif bagi jemaah yang dianggap saat ini pelaksanaannya sangat baik.

“Sejak proses penerbitan visa jemaah, Kementerian Haji dan Umrah RI berhasil menuntaskan jauh sebelum tenggat waktu akhir yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi sehingga dapat memberikan kepastian dan ketenangan bagi jemaah yang akan berangkat,” tuturnya.

Timwas Haji DPR diketahui telah melaksanakan pengawasan sejak tahap keberangkatan di Embarkasi Asrama Haji. Berdasarkan pantauan Timwas DPR, berbagai layanan yang diberikan oleh Kementerian Haji dan Umrah RI telah sangat optimal sejak jemaah tiba di Asrama Haji.

“Proses Fast Track atas layanan imigrasi juga telah terlaksana dengan baik di seluruh Embarkasi Asrama Haji, sehingga jemaah tidak perlu lagi mengantre di Bandara Keberangkatan Soekarno-Hatta,” jelas Cucun.

Cucun yang memimpin langsung Timwas DPR dari proses awal penyelenggaraan ibadah Haji, lalu di Tanah Suci hingga jemaah kembali ke Tanah Air juga memberikan pujian atas dedikasi, pelayanan, dan soliditas Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Tahun 2026.

“Metode perekrutan dan pelatihan yang telah dilakukan oleh Kementerian Haji dan Umrah RI terbukti menghasilkan kedisplinan, kerja tim, serta keseriusan dan kesigapan dalam melayani jemaah haji,” ungkap Politikus PKB tersebut.

“Hal ini perlu diperluas jangkauannya kepada para Petugas Kloter atau Petugas Haji Daerah (PHD),” lanjut Cucun.

Timwas Haji DPR pun mengapresiasi adanya 17 ribu jemaah haji untuk gelombang I dan II yang mendapatkan layanan akomodasi di hotel Bintang 5, yang berada pada area Ring 1 Masjid Nabawi.

Walaupun melihat berbagai terobosan dalam penyelenggaraan ibadah Haji 2026, Timwas Haji DPR memiliki sejumlah masukan kepada Pemerintah. Sejumlah catatan yang ada merupakan hasil pengawasan Timwas DPR RI yang didapat langsung dari lapangan.

Menurut Cucun, catatan diberikan DPR kepada Pemerintah untuk memastikan terwujudnya peningkatan penyelenggaraan ibadah Haji ke depan.

“Beberapa catatan penting untuk evaluasi komprehensif demi pelayanan jemaah yang semakin sempurna,” ujarnya.

Cucun menyampaikan catatan dari Timwas Haji DPR, terutama terkait pelayanan jemaah Indonesia di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina). Untuk masa yang akan datang, DPR mendorong agar kualitas layanan penyelenggaraan ibadah Haji di Armuzna tidak lagi berada pada Kelas D.

“Diperlukan kalkulasi pembiayaan yang baik untuk meningkatkan kelas layanan di Armuzna menjadi minimal Kelas C, sehingga penyediaan layanan di Armuzna dapat jauh lebih baik lagi,” sebut Cucun.

Pimpinan DPR Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Korkesra) ini mengungkap catatan Timwas DPR lain, yakni tentang pentingnya pengetatan pelaksanaan Istitha’ah (kemampuan secara fisik, mental, finansial, dan keamanan) jemaah. Khususnya, kata Cucun, Istitha’ah di bidang kesehatan.

“Catatan ini menjadi sebuah evaluasi dalam aspek Istitha’ah bidang kesehatan karena Timwas DPR menemukan cukup banyak jemaah Haji Indonesia yang masuk dalam kategori risiko tinggi,” ujarnya.

Cucun mengingatkan, berbagai Fasilitas Kesehatan di daerah harus tertib dan tidak boleh main-main dalam memberikan Surat Keterangan Istitha’ah bagi jemaah.

“Hal ini sangat penting untuk mencegah tingginya mortalitas jemaah pada saat di Tanah Suci, sehingga jemaah yang berangkat betul-betul siap dan sehat dalam menunaikan seluruh rangkaian ritual ibadah Haji,” tegas Cucun.

Cucun memastikan, DPR akan terus mendukung upaya Pemerintah dalam memberikan pelayanan ibadah Haji terbaik bagi masyarakat Indonesia.

“Komunikasi dan koordinasi antara DPR dan Pemerintah akan terus kita bangun untuk kebaikan pelaksanaan Haji yang akan datang,” ucap Legislator dari Dapil Jawa Barat II itu.

Saat bertemu Presiden Prabowo bersama jajarannya, Cucun mengatakan DPR bersama Pemerintah berkomitmen mempertahankan capaian positif penyelenggaraan Haji sambil terus mengevaluasi kekurangan-kekurangan kecil yang masih ditemukan.

“Saya bilang ‘Pak, ini tolong dipertahankan yang sudah bagus’. Kelemahan-kelemahan atau yang kurang pasti ada, cuma catatan-catatan (Presiden Prabowo) ini menekankan kepada kami semua (bahwa) sudah bagus Bapak-Bapak dari DPR dengan pasukannya beliau di Kementerian Haji, bekerjasama dan berkomunikasi,” urai Cucun.

Dalam pertemuan, Cucun juga menggarisbawahi tentang efisiensi biaya Haji dan peningkatan akomodasi hotel bagi jemaah.

“Alhamdulillah kami menyampaikan pengawasan dari mulai keberangkatan, bahkan dari mulai menetapkan di panja. Ongkos naik Haji bisa berkurang dalam waktu 2 tahun 6 juta untuk 200 sekian ribu orang yang mereka betul-betul sudah bertahun-tahun ingin melaksanakan ibadah Haji,” katanya.

“Dan bayangkan saja di era kepemimpinan Bapak Presiden sekarang ini jemaah reguler sudah bisa menginap di hotel bintang 5,” lanjut Cucun.

Di sisi lain, Cucun mengatakan Presiden Prabowo menyoroti tentang keberhasilan Kementerian Haji dan Umrah dalam memangkas masa tunggu jemaah haji Indonesia secara signifikan. Jika sebelumnya antrean mencapai puluhan tahun, kini skema baru berhasil menekan angka tersebut.

“Bagaimana antrean ini yang kemarin sudah hampir 35 tahun, 40 tahun melalui para pembantunya Bapak Presiden, Pak Menteri Haji dan Pak Wamen semua bekerja sudah bisa ditekan sampai 26 tahun,” ucap Cucun.

“Bahkan beliau menyampaikan tadi kalau bisa tolong lebih cepat lagi seperti apa skemanya kalau misalkan antrian ini tidak panjang,” sambungnya.

Kepada Presiden Prabowo, Cucun juga menyampaikan capaian positif Kementerian Haji dan Umrah dalam hal kualitas pelayanan konsumsi. Menurutnya, jemaah Haji tahun ini bisa menikmati menu makanan yang lebih bervariatif dibanding tahun-tahun lalu.

“Kementerian baru perdana diberikan tugas bisa melakukan negosiasi dengan para syarikat itu sehingga makanan bisa bervariasi, sehingga tidak ada kejenuhan. Dan nasi juga sudah adaptif,” ujar Cucun.

Pertemuan antara Presiden Prabowo dengan Cucun bersama perwakilan Timwas Haji DPR berlangsung cukup lama dan hangat. Cucun mengatakan hasil pengawasan DPR tahun ini diharapkan dapat membuat penyelenggaraan ibadah Haji ke depan semakin lebih baik.

“Sekali lagi, apresiasi setinggi-tingginya atas lompatan besar dan perbaikan terbaik dalam penyelenggaraan Haji tahun ini. Sebuah capaian luar biasa yang wajib dipertahankan dan terus ditingkatkan ke depan,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER