Kementan Gerak Cepat Tinjau Saluran Irigasi Rusak di Sukabumi

MONITOR, Sukabumi – Kementerian Pertanian (Kementan) bergerak cepat meninjau kondisi saluran irigasi rusak di Desa Wangungreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi agar segera dilakukan perbaikan guna mengamankan produksi beras dalam mewujudkan swasembada berkelanjutan 2026. Perbaikan saluran irigasi ini merupakan prioritas utama mengingat akan hadirnya ancaman musim kemarau panjang yang diprediksi terjadi mulai bulan Mei.

“Tujuan kita ke sini adalah mengecek langsung mengenai surat yang disampaikan Pak Kades Wangunreja, Kecamatan Nyalindung. Dilaporkan ada beberapa titik saluran irigasi yang rusak akibat bencana longsor dan sudah mengalami pendangkalan bahkan banjir sehingga menyebabkan air irigasi ke sawah tidak lancar,” demikian dikatakan Kepala Pusat Pelindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP) Kementan sekaligus Penanggung Jawab (Pj) Swasembada Berkelanjut Kabupaten Sukabumi, Leli Nuryati saat meninjau saluran irigasi dan pertanaman padi di Desa Wangungreja, Selasa (5/5/2026).

Leli mengungkapkan berdasarkan laporan Pemerintah Desa Wangunrejo dan hasil peninjauan di lapangan, kerusakan saluran irigasi primer tersebut memberikan dampak cukup serius terhadap pengurangan luasan lahan sawah dan indeks pertanaman (IP) padi. Ini menyebabkan pontesi tanam dari luas baku sawah (LBS) Desa Wangunreja sebesar 322 hektar hanya dapat ditanami 128 hektar atau 39,75% sehingga kehilangan LBS seluas 194 hektar atau sebanyak 61,25%.

“Kerusakan saluran irigasi pun berdampak pada Indeks IP Padi di Desa Wangunreja, dimana sebelum terjadi bencana IP nya 300 atau tanam tiga kali setahun, namun setelah terjadi bencana IP menjadi 200 atau tanam dua kali. Kehadiran kita di sini untuk melihat langsung dan mencari solusinya,” ungkapnya.

- Advertisement -

Lebih lanjut Leli menegaskan sesuai arahan Menteri Pertanian Amran Sulaiman, perbaikan saluran irigasi yang rusak bersifat urgent sehingga seluruh jajaran Kementan telah diperintahkan untuk berkoordinasi dengan stakeholders terkait menghadapi musim kemarau panjang yang dimulai bulan Mei. Kepastian kondisi saluran irigasi yang baik merupakan kunci untuk berfungsinya kegiatan pompanisasi dalam menjamin ketersediaan air irigasi dan keberhasilan produksi padi.

“Petani kalaupun kita persenjatai dengan pompa air kalau dari saluran primernya rusak seperti ini, berarti pompa bagaiman bisa digunakan. Oleh karena itu perbaikan saluran irigasi harus segera dilakukan sebagai upaya untuk mendukung upaya swasembada berkelanjutan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Wangunreja, Ganda Permana mengapresiasi respon cepat Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terkait usulan perbaikan saluran irigasi yang mengalami kerusakan dan pendangkalan akibat bencana tanggal 28 Desember 2025. Bantuan yang diharapkan yakni normalisasi galian sedimen di jaringan/saluran irigasi induk Cimandiri kewenangan UPTD PSDA Wilayah Sungai Cisadea-Cibareno, dengan menggunakan alat berat sepanjang 12 KM dari bendungan induk Cimandiri Desa Neglasari sampai Desa Wangunreja berbatasan dengan Desa Tanjungsari Kec. Jampang Tengah.

“Kami juga meminta bantuan pembangunan gorong-gorong pembuangan air dan tanggul penahan tanah menggunakan boronjong di lokasi yang terkena bencana,” ujarnya.

Kepala Satuan Unit Pelayanan Cimandiri-Cibareno, Dinas Pengelolaan Sumberdaya Air, Propinsi Jawa Barat, Dhani Erawan mengatakan pihaknya telah melakukan penanggulangan sementara terhadap dampak bencana atau longsor saluran irigasi primer di Desa Wangunrejo. Bersama pemerintah desa dari akhir tahun 2025 sampai Januari 2026 dengan melakukan pengerukan menggunakan beko kecil dan bantuan plastic geomembran untuk menanggulangi secara sementara sehingga air bisa mengalir mengairi sawah.

“Cuman memang belum maksimal. Untuk penanggulanya kami sudah mengajukan ke dalam Inpres No.2 tapi memang 2 titik yang mengalami kerusakan ini tidak bercover DED (Detail Engineering Design) karena masih tahun lama. Kami terus berusaha untuk mengajukan DED mandiri agar Inpres No.2 itu berjalan. Rencana pengerjaanya kita tunggu karena turunnya anggaran itu melalui BBWS Citarum,” cetus Dhani.

Adapun tindak lanjut yang disepakati dalam kunjungan ini diantaranya Kepala Desa Wangunreja Bersama Kepala UPTD dan Penyuluh Pertanian melakukan poligonisasi dan melaporkan alih fungsi lahan kepada Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi. Perlunya koordinasi yang lebih intens dalam perencanaan luas tanam/pola tanam antara Kepala UPTD Pertanian Wilayah 5 Kabupaten Sukabumi dengan Kepala Unit Pelaksana Komisi Irigasi UPTD PSDA Wilayah Sungai Cisadea-Cibareno Jawa Barat, Koordinator Penyuluh Wilayah 5, Koordinator Penyuluh Nyalindung dan penyuluh Wilayah Binaan.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER