MONITOR, Tangsel – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus mendorong penguatan kompetensi digital pelajar lewat kolaborasi lintas sektor dalam program Tangsel Digital Academy.
Mengusung konsep “Expert Goes to School”, program ini menjadi pionir model pembelajaran berbasis praktik dengan menghadirkan langsung para praktisi ke lingkungan sekolah.
Program kolaboratif antara Diskominfo Tangsel, Institut Teknologi Tangerang Selatan (ITTS), dan SMK Negeri 6 Tangerang Selatan ini turut ditandai dengan penandatanganan kerja sama sebagai bentuk komitmen bersama dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang digital, Kamis (16/4/2026).
Kepala Diskominfo Tangsel, Tb. Asep Nurdin menegaskan bahwa program ini dirancang sebagai percontohan yang dapat direplikasi secara luas di masa mendatang.
“Program Tangsel Digital Academy ini kami siapkan sebagai pionir, khususnya melalui konsep expert goes to school. Kami ingin menghadirkan pembelajaran yang lebih aplikatif dengan melibatkan langsung para praktisi ke sekolah-sekolah,” ujarnya.
Menurut Asep, kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan sekolah menjadi kunci dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang relevan dengan kebutuhan industri digital.
“Penandatanganan kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk memastikan program berjalan berkelanjutan. Ke depan, kami ingin memperluas implementasi program ini ke lebih banyak sekolah di Tangerang Selatan,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari setiap minggu dalam periode tiga minggu, dengan materi yang difokuskan pada penguasaan teknologi informasi, khususnya dasar-dasar pengembangan website. Program ini telah mulai dilaksanakan sejak Selasa, 14 April 2026.
Ia menambahkan, pendekatan berbasis praktik yang diusung diharapkan mampu menjembatani kesenjangan antara teori di kelas dengan kebutuhan nyata di dunia kerja.
“Kita tidak mau sekadar pelatihan sehari dua hari. Intinya betul-betul mencetak, menjadikan rekan-rekan semua, adik-adik semua betul-betul punya skill sesuai dengan apa yang dipelajari, bukan cuma sekadar datang sekilas,” ujarnya.
Asep juga mengungkapkan bahwa Diskominfo Tangsel membuka peluang untuk merekrut siswa peserta pelatihan yang mampu memenuhi standar yang ditetapkan. Hal ini menjadi bukti nyata komitmen Pemkot Tangsel dalam mendorong optimalisasi kualitas SDM di wilayahnya.
“Saya sudah sampaikan kalau ada yang memenuhi standar rekrutmen yang ada di kami, ya kita rekrut,” ucapnya.
Melalui program ini, Pemkot Tangsel optimistis dapat menciptakan model pembelajaran digital yang adaptif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kolaborasi lebih luas dengan berbagai pihak untuk mencetak generasi muda yang unggul dan siap bersaing di era digital.
