Selasa, 10 Maret, 2026

Segudang Manfaat Puasa bagi Kesehatan; Stabilkan Gula Darah hingga Picu Detoksifikasi Alami

MONITOR, Rangkasbitung – Ibadah puasa dalam Islam tidak hanya memiliki nilai spiritual yang tinggi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh. Hal ini disampaikan oleh dr. H. Agus Sunardi, Sp.PK, Ketua Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kabupaten Lebak, Banten.

Menurutnya, dalam perspektif Islam Ahlussunnah wal Jama’ah yang dianut Nahdlatul Ulama (NU), puasa tidak sekadar dimaknai sebagai menahan lapar dan dahaga, tetapi juga sebagai proses penyucian jiwa sekaligus upaya menjaga keseimbangan tubuh.  

“Puasa adalah latihan pengendalian diri secara menyeluruh, mulai dari menahan makan dan minum hingga mengendalikan hawa nafsu, emosi, dan perilaku negatif,” kata Agus dalam tulisannya. 

Memberi Waktu Tubuh Beristirahat

- Advertisement -

Secara medis, puasa memberi kesempatan bagi tubuh untuk beristirahat dari aktivitas pencernaan yang hampir berlangsung sepanjang hari. Ketika tubuh tidak menerima asupan makanan dalam waktu tertentu, organ-organ metabolisme dapat melakukan proses pemulihan.

Dalam ilmu kedokteran, kondisi ini berkaitan dengan proses autofagi, yaitu mekanisme alami tubuh untuk membersihkan sel-sel yang rusak. Selain itu, puasa juga membantu tubuh beralih dari penggunaan glukosa menjadi pembakaran lemak sebagai sumber energi.

Proses tersebut dinilai dapat menurunkan stres oksidatif sekaligus memperbaiki keseimbangan metabolisme tubuh.  

Menstabilkan Metabolisme dan Berat Badan

Selama puasa, tubuh mengalami perubahan cara memperoleh energi. Setelah beberapa jam tanpa asupan makanan, tubuh mulai menggunakan cadangan energi yang tersimpan, terutama lemak.

Perubahan metabolik yang umum terjadi selama puasa antara lain penurunan kadar insulin, peningkatan pembakaran lemak, serta stabilitas kadar gula darah.

Agus menjelaskan bahwa kondisi ini menunjukkan keselarasan antara ajaran puasa dalam Islam dengan kebutuhan biologis manusia.

“Puasa membantu tubuh menjaga keseimbangan metabolisme yang sering terganggu akibat pola makan modern yang berlebihan,” ujarnya.  

Dampak Positif pada Hasil Laboratorium

Manfaat puasa juga dapat terlihat dari sejumlah parameter pemeriksaan laboratorium. Pada banyak orang yang menjalankan puasa dengan pola makan sehat, terjadi perubahan positif pada beberapa indikator kesehatan.

Di antaranya adalah stabilitas kadar gula darah, penurunan trigliserida, penurunan kolesterol jahat (LDL), serta peningkatan kolesterol baik (HDL).

Selain itu, puasa juga dinilai membantu meningkatkan fungsi hati karena organ tersebut memiliki kesempatan lebih optimal melakukan proses detoksifikasi dan pengaturan metabolisme lemak maupun glukosa.  

Baik untuk Pencernaan dan Imunitas

Puasa juga memberi kesempatan bagi sistem pencernaan untuk beristirahat. Jika dilakukan dengan pola makan yang tepat saat sahur dan berbuka, puasa dapat membantu memperbaiki keseimbangan asam lambung serta kesehatan mikrobiota usus.

Selain manfaat fisik, puasa juga berdampak pada kesehatan mental. Latihan kesabaran dan pengendalian diri selama puasa dapat membantu menurunkan stres yang berpengaruh pada sistem kekebalan tubuh.  

Pentingnya Prinsip Moderasi

Namun Agus mengingatkan bahwa manfaat kesehatan puasa hanya akan optimal jika dilakukan dengan pola hidup yang seimbang. Ia menekankan pentingnya menghindari makan berlebihan saat berbuka serta menjaga asupan gizi dan cairan tubuh.

Dalam tradisi Nahdlatul Ulama, prinsip tawassuth (moderat) dan tawazun (seimbang) menjadi landasan penting dalam menjalankan ibadah, termasuk puasa.

“Puasa bukan sarana menyiksa tubuh, tetapi cara mendidik manusia agar hidup lebih disiplin, seimbang, dan tidak berlebihan,” katanya.  

Ibadah yang Menyehatkan Jiwa dan Tubuh

Ia menambahkan bahwa puasa merupakan ibadah yang bersifat holistik karena menyentuh aspek spiritual, psikologis, hingga kesehatan fisik.

Dengan pemahaman yang benar dan praktik yang bijak, puasa dapat menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menjaga kesehatan tubuh.

“Puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi jalan menuju kejernihan jiwa dan keseimbangan tubuh,” pungkasnya.  

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

Ramdhan Monitor.co.id

TERPOPULER