MONITOR, Jakarta – Memasuki setahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, berbagai gebrakan di sektor ekonomi mulai menunjukkan hasil. Salah satunya melalui peningkatan realisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang mencapai 60,6 persen dari target Rp300 triliun.
Capaian ini menjadi tonggak penting bagi pemerintah dalam memperkuat peran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penopang utama perekonomian nasional.
Koordinator Nasional Pengusaha UMKM A. Sutiana menilai, peningkatan tersebut mencerminkan komitmen kuat pemerintah dalam mendorong UMKM naik kelas dan berdaya saing.
“Program yang digagas Menteri UMKM Maman Abdurrahman sangat berdampak positif terhadap perekonomian nasional. Kami optimistis bila pencapaian ini terus meningkat, maka ekonomi kita akan tumbuh dan UMKM akan naik kelas,” ujar Sutiana dalam keterangan tertulis, Selasa (12/11/2025).
Sutiana menjelaskan, selama satu tahun terakhir, berbagai program strategis Kementerian UMKM telah membantu ribuan pelaku usaha bertransformasi dari skala tradisional menuju unit usaha yang lebih produktif.
“Kami berharap program bantuan KUR yang didorong oleh Kementerian UMKM terus dilanjutkan agar semakin banyak pelaku usaha yang merasakan manfaatnya,” katanya.
Sebelumnya, Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa dari total Rp300 triliun dana KUR, 60,6 persen di antaranya berhasil dialokasikan ke sektor produksi.
“Per hari ini ada sebuah pencapaian luar biasa yang belum pernah terjadi dalam sejarah realisasi program KUR kita. Dari total Rp300 triliun, sebanyak 60,6 persen berhasil kami alokasikan ke sektor produksi,” ujar Maman dalam konferensi pers di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025).
Menurut Maman, peningkatan alokasi ke sektor produksi memberi dampak ekonomi yang lebih luas dibandingkan sektor konsumtif.
“Ketika dana KUR Rp300 triliun dialokasikan ke sektor produksi, dampak ekonominya jauh lebih luas, mulai dari penciptaan lapangan kerja hingga pertumbuhan ekonomi di daerah,” ucapnya.

