MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi V DPR RI Johni Allen Marbun menilai program tol laut pemerintah belum efisien. Selain belum mampu menekan disparitas harga, beberapa trayek tol laut juga dinilai tidak tepat sasaran, seperti tol laut trayek Belawan – Lhokseumawe.
“Program tol laut ini bagus, tetapi harus disinkronisasi kembali, supaya sesuai tujuan dan arahan apa yang disampaikan Presiden Joko Widodo,” ujar Jhoni Allen di sela-sela Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI ke Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, Kamis (11/7).
Ia menuturkan, program tol laut dibentuk untuk menekan disparitas harga logistik maupun barang yang kerap kali terlampau mahal karena sulitnya akses. Menurutnya, program tol laut lebih efektif di wilayah Indonesia Timur karena disparitas harga menjadi tinggi dibandingkan daerah jawa pada umumnya.
“Nah, ini Sumatera Utara dan Aceh itu kan bersebelahan, ada daratan, berbeda dengan Jawa dengan Indonesia Timur. Menjadi pertanyaannya saya adalah komoditas apa yang harus disubsidi biaya transportasinya sehingga perlu menggunakan tol laut ini,” kritisinya.
Politisi Partai Demokrat ini menyebutkan terdapat inefisiensi anggaran subsidi tol laut. Karena itu, ia menyarankan agar anggaran tersebut lebih baik direalokasikan untuk pengadaan kapal dan fasilitas pelabuhan.
