Pengamat Sarankan Gerindra dan PKS Tetap jadi Oposisi

MONITOR, Jakarta – Kemana arah politik Partai Gerindra dan PKS, sampai ini masih ditunggu. Namun Analis Politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting Pangi Syarwi Chaniago berharap kalau dua partai politik ini tetap menjadi oposisi.

“PKS dan Gerindra seharusnya tetap berada di oposisi. Karena kalau kedua parpol ini berada di oposisi bisa menjadi penyimbang jalannya roda pemeritah. Dan hak ini bukan sebuah keniscayaan,” ungkap Pangi.

Menurut Pangi, masyarakat juga harus mulai belajar bahwa langkah politis memilih oposisi dari pemerintahan bukan berarti menjadi pengganggu. Oposisi itu, sambung dia, bukan untuk menjahili atau mengganggu kinerja pemerintahan.

“Oposisi itu berjalan agar kualitas demokrasi kita berjalan dengan baik. Jadi kalau ada kemudian ketidakadilan yang diproduksi oleh pemerintah, jadi oposisilah yang kemudian bisa mengkritisi, mengingatkan trayek kebangsaan, trayek kenegaraan,” tegasnya.

- Advertisement -

Sambungnya, justru tanpa oposisi inilah yang kemudian akan mengacaukan sistem demokrasi yang kita bangun.

“Meskipun ada yang mengatakan bahwa oposisi itu tidak cocok di habitat demokrasi sistem kita yang menganut musyawarah mufakat, tidak cocok dengan sistem presidensial, hanya cocok di parlementer, menurut saya juga agak sedikit keliru,” ujarnya.

Pangi menilai, saat ini sistem demokrasi Indonesia tengah membutuhkan kekuatan penyeimbang dalam pemerintahan Jokowi-Ma’ruf.

“Bisa dibayangkan tanpa ada kekuatan penyeimbang, tentu pemerintah akan berbuat sesuka hati, semau gue. Siapa yang mampu memberikan kekuatan penyeimbang di parlemen itu? Hanya satu-satunya ya partai, enggak ada pilihan lain. Enggak bisa ormas, enggak atau kekuatan individu,” pungkasnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER