NASIONAL

Pemuda Ekonomi Syariah: Konser Andrea Bocelli Harus Jadi Momentum Diplomasi Budaya dan Ekonomi Kemanusiaan

MONITOR, JAKARTA – Konser penyanyi tenor dunia Andrea Bocelli di Indonesia dinilai dapat menjadi momentum untuk memperkuat diplomasi kebudayaan sekaligus mendorong sinergi seni, pendidikan, dan ekonomi kemanusiaan. Ketua Pemuda Ekonomi Syariah, Abdurrohman Wahid, menilai kekuatan musik dapat dimanfaatkan untuk membangun dialog lintas bangsa dan memperluas kerja sama sosial yang berdampak bagi masyarakat.

Menurut Abdurrohman, kebudayaan memiliki peran strategis dalam membangun hubungan antarmasyarakat di tengah konflik geopolitik dan krisis kemanusiaan yang masih terjadi di berbagai belahan dunia. Musik dapat menjadi medium perjumpaan yang melampaui perbedaan agama, kebangsaan, dan latar belakang sosial.

“Indonesia harus mampu menunjukkan bahwa keberagaman bukan penghalang bagi persatuan, melainkan kekuatan untuk membangun dialog dan kerja sama global,” ujarnya.

Ia berpandangan, diplomasi kebudayaan perlu berjalan beriringan dengan diplomasi formal. Melalui seni dan pertukaran budaya, Indonesia memiliki peluang memperkuat citra sebagai negara yang menjunjung dialog, toleransi, dan perdamaian sekaligus membangun jejaring kolaborasi internasional.

Pendidikan dan filantropi sebagai investasi kemanusiaan

Abdurrohman juga menyoroti pentingnya menghubungkan momentum budaya dengan agenda pendidikan dan filantropi. Ia mengapresiasi kiprah sosial dan pendidikan yang dikaitkan dengan Andrea Bocelli dan Andrea Bocelli Foundation, serta mendorong agar perhatian terhadap anak-anak dan kelompok rentan menjadi bagian penting dari kerja sama lintas negara.

Menurutnya, akses pendidikan yang setara masih menjadi tantangan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan, serta generasi muda yang terdampak konflik dan keterbatasan ekonomi.

Karena itu, kolaborasi internasional perlu diarahkan tidak hanya pada pertukaran budaya, tetapi juga pada penguatan akses pendidikan, pengembangan kapasitas generasi muda, dan dukungan bagi komunitas yang membutuhkan.

Konser internasional dan pemerataan manfaat ekonomi

Dari perspektif ekonomi syariah, Abdurrohman melihat penyelenggaraan konser internasional juga berpotensi menggerakkan berbagai sektor ekonomi, mulai dari pariwisata, perhotelan, transportasi, kuliner, hingga UMKM dan industri kreatif.

Namun, menurut dia, besarnya kegiatan ekonomi tidak otomatis menjamin pemerataan manfaat. Diperlukan keterlibatan pelaku usaha lokal agar aktivitas tersebut turut membuka peluang pendapatan bagi masyarakat, bukan hanya terkonsentrasi pada penyelenggara dan perusahaan besar.

“Ekonomi kemanusiaan menempatkan manusia sebagai tujuan pembangunan. Pertumbuhan ekonomi harus berjalan bersama keadilan, tanggung jawab sosial, dan kemaslahatan,” tegasnya.

Prinsip tersebut sejalan dengan perspektif ekonomi syariah yang menempatkan kemaslahatan, keadilan, dan tanggung jawab sosial sebagai bagian penting dari aktivitas ekonomi. Dengan pendekatan itu, keberhasilan sebuah kegiatan tidak semata-mata diukur dari skala penyelenggaraan atau nilai transaksinya, tetapi juga dari manfaat yang dapat dirasakan masyarakat.

Abdurrohman berharap momentum konser Andrea Bocelli dapat menjadi inspirasi untuk memperluas kolaborasi antara dunia seni, lembaga pendidikan, filantropi, pemerintah, dan pelaku usaha.

“Musik dapat membuka ruang untuk saling mendengar, pendidikan membuka jalan menuju masa depan, dan ekonomi yang berorientasi pada kemanusiaan memastikan lebih banyak orang merasakan manfaat kemajuan,” pungkasnya.

Ia menegaskan, sinergi kebudayaan, pendidikan, dan ekonomi yang berorientasi pada kemaslahatan dapat menjadi salah satu jalan bagi Indonesia untuk memperkuat diplomasi masyarakat sekaligus membangun kesejahteraan yang lebih inklusif.

Recent Posts

Bertepatan dengan Hari Santri, Ditjen Pesantren Mulai Konsolidasikan dan Sinkronisasikan Data Pesantren

MONITOR, Jakarta – Bertepatan dengan peringatan Hari Santri, Kamis (22/10/2026), Direktorat Jenderal Pesantren Kementerian Agama…

4 menit yang lalu

Analis Intelijen dan Keamanan Apresiasi Keberhasilan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1 Ton Ketamin oleh Kapal Asing

MONITOR, Jakarta - Analis intelijen dan keamanan, Ngasiman Djoyonegoro mengapresiasi Kapolri Jenderal Pol. Suyudi Ario…

9 menit yang lalu

Komnas Haji Apresiasi Jadwal Haji 2027 Ditetapkan Lebih Awal, Kemenhaj Diminta Segera Umumkan Data Jemaah

MONITOR, Tangerang Selatan - Komnas Haji dan Umrah mengapresiasi Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) yang…

15 menit yang lalu

Hari Santri, MWCNU Wanasari Ziarah ke Makam H. Tadjoedin Noor, Tokoh NU pada Masa Pergolakan 1965

MONITOR, Brebes - Peringatan Hari Santri menjadi momentum bagi Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU)…

26 menit yang lalu

Dua Tahun Kabinet Merah Putih Kementerian UMKM Perluas Akses Usaha dan Pembiayaan Rakyat

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperluas akses pembiayaan, mempercepat…

5 jam yang lalu

Kemenhaj-Kementerian Kebudayaan Jajaki Museum Haji Indonesia, Lestarikan Jejak Sejarah Bangsa

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia menjajaki kerja sama dengan Kementerian…

7 jam yang lalu