MONITOR, Jakarta – Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei terbaru tentang kepuasa publik terhadap kinerja pemerintah, hasilnya mayoritas masyarakat Indonesia disebut masih memberikan penilaian positif terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.
Survei IPO tersebut menunjukkan 57 persen responden menyatakan puas dan 6 persen mengaku sangat puas terhadap hasil kerja Presiden Prabowo Subianto.
“Dengan demikian, tingkat kepuasan publik mencapai 63 persen. Sementara itu, 30 persen responden menyatakan tidak puas, 5 persen sangat tidak puas, dan 2 persen lainnya menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab,” ujar Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah kepada media, Sabtu (8/7/2026),
Dedi menilai tingkat kepuasan tersebut menunjukkan bahwa persepsi publik terhadap pemerintahan masih berada dalam kondisi yang relatif stabil.
“Tingkat kepuasan pada pemerintah berada situasi stabil, masih didominasi tingkat kepuasan dibanding yang tidak, ini indikasi jika mayoritas masyarakat masih melihat upaya pemerintah bekerja dalam koridor yang benar,” kata Dedi.
Survei juga mengidentifikasi sejumlah faktor yang paling memengaruhi persepsi positif masyarakat terhadap Presiden Prabowo. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi faktor yang paling banyak disebut responden, yakni sebesar 15,7 persen.
Selanjutnya, 12,5 persen responden menilai Presiden terlihat aktif memberantas korupsi, 11 persen menyebut pemberian bantuan sosial sebagai alasan utama, dan 7,2 persen menyatakan program kerja pemerintah telah memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung.
Selain itu, publik juga memberikan apresiasi terhadap karakter kepemimpinan Presiden yang dinilai tegas dan tidak pandang bulu (5,8 persen), mampu bertahan menghadapi berbagai situasi krisis (4 persen), berhasil menjaga kondisi ekonomi menjadi lebih baik (3,8 persen), serta peduli kepada rakyat (3,5 persen).
Faktor lain yang turut membentuk persepsi positif masyarakat adalah kemudahan memperoleh pekerjaan, stabilitas politik, meningkatnya penghormatan Indonesia di mata negara lain, hingga perhatian terhadap isu-isu internasional dan kelompok masyarakat tertentu.
Menurut Dedi, temuan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat cenderung memberikan penilaian berdasarkan kebijakan yang dirasakan manfaatnya secara langsung dalam kehidupan sehari-hari.
“Meskipun ada beberapa faktor yang menjadi catatan, tetapi secara umum Presiden Prabowo Subianto masih dianggap bekerja dengan baik,” ujar Dedi.
Meski tingkat kepuasan publik masih mendominasi, IPO menilai pemerintah tetap perlu memperhatikan berbagai sektor yang masih menjadi sumber kritik masyarakat. Konsistensi dalam menjalankan program prioritas, disertai perbaikan tata kelola dan peningkatan kualitas pelayanan publik, akan menjadi faktor penting untuk menjaga sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Sebagai informasi Survei nasional Indonesia Political Opinion (IPO) dilaksanakan pada 27 Juli hingga 3 Agustus 2026 dengan melibatkan 1.200 responden yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling. Survei ini memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dengan margin of error sekitar ±2,9 persen.
MONITOR, Jakarta – Kandidat Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Hery Haryanto Azumi, menyerukan…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani memberi perhatian terhadap isu nirempati tenaga kesehatan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin, meminta aparat…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani menyoroti insiden tewasnya…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq menekankan pentingnya penguatan regulasi perlindungan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti isu sikap nirempati tenaga kesehatan…