PEMERINTAHAN

Wamen Helvi Berharap Rakor KUR Indonesia Timur Perluas Pembiayaan UMKM

MONITOR, Jakarta – Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mengajak seluruh lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) memperluas akses pembiayaan bagi pengusaha UMKM di kawasan Indonesia Timur yang masih memiliki potensi besar untuk tumbuh dan berkembang.

Wamen Helvi saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) KUR Regional Indonesia Timur di Ternate, Maluku Utara, Jumat, 26 Juni 2026, mengatakan masih terdapat ruang yang sangat besar untuk meningkatkan akses pembiayaan KUR bagi UMKM.

“Hampir seluruh provinsi di kawasan Indonesia Timur memiliki jumlah debitur yang masih relatif kecil dibandingkan dengan total populasi UMKM. Artinya, masih banyak pelaku usaha yang belum terhubung dengan pembiayaan formal,” ujar Wamen Helvi.

Berdasarkan data penyaluran KUR, Sulawesi Selatan menjadi provinsi dengan realisasi terbesar di kawasan Indonesia Timur, yakni mencapai Rp8,18 triliun. Posisi berikutnya ditempati Sulawesi Tenggara sebesar Rp2,03 triliun dan Sulawesi Tengah Rp1,90 triliun.

Sementara itu, penyaluran KUR di Maluku Utara tercatat sebesar Rp315 miliar. Secara keseluruhan, penyaluran KUR di kawasan Indonesia Timur telah mencapai Rp16,5 triliun kepada 255.979 debitur UMKM.

Dari jumlah tersebut, sekitar 24 ribu merupakan debitur baru dan 18 ribu telah berhasil naik kelas atau menjadi debitur graduasi. Menurut Wamen Helvi, capaian tersebut menunjukkan perkembangan yang positif, terutama karena porsi penyaluran KUR ke sektor produksi telah mencapai 68,2 persen, melampaui target nasional sebesar 65 persen.

“Capaian ini menunjukkan bahwa pembiayaan semakin banyak diarahkan ke sektor-sektor produktif yang mampu menciptakan nilai tambah, memperkuat daya saing usaha, sekaligus membuka lapangan kerja,” katanya.

Meski demikian, Wamen Helvi menilai masih terdapat peluang untuk meningkatkan kualitas penyaluran KUR. Dari 10 lembaga penyalur KUR di kawasan Indonesia Timur, baru dua yang telah memenuhi target penyaluran ke sektor produksi minimal 65 persen, yaitu BRI serta Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Oleh karena itu, ia mendorong seluruh lembaga penyalur agar lebih proaktif menjangkau pengusaha UMKM yang bergerak di sektor-sektor produktif, seperti pertanian, perikanan, industri pengolahan, ekonomi kreatif, dan berbagai sektor unggulan lainnya yang menjadi kekuatan ekonomi Indonesia Timur.

“Kami mengajak seluruh lembaga penyalur untuk semakin aktif mendampingi dan memperluas akses pembiayaan bagi UMKM di sektor-sektor produktif yang memiliki potensi besar untuk tumbuh dan naik kelas,” ujarnya.

Recent Posts

Kemnaker Mulai Siapkan Peta Jalan Tata Kelola PRT

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mulai menyiapkan peta jalan tata kelola Pekerja Rumah Tangga…

6 jam yang lalu

Kemenhaj Perketat Pengawasan Travel Umrah

MONITOR, Jakarta - Lonjakan kasus penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah kembali menjadi sorotan serius seiring…

7 jam yang lalu

Kemenag Salurkan Rp65,2 Miliar Bantuan untuk Pemulihan Pesantren Terdampak Banjir Aceh

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) telah menyalurkan bantuan senilai Rp65,2 miliar untuk mendukung pemulihan…

16 jam yang lalu

ICFA 2026: Rokhmin Dahuri dorong Transformasi Akuakultur Menuju Ekonomi Biru Berkelanjutan

MONITOR, MIRI, SARAWAK - Masa depan akuakultur global tidak cukup hanya diarahkan pada peningkatan produksi…

19 jam yang lalu

Komisi XI DPR Tagih Komitmen BI Dorong Lapangan Kerja dan Ekonomi Daerah

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan…

19 jam yang lalu

50 Persen Travel Umrah Tak Aktif, Kemenhaj Rombak Aturan dan Digitalisasi Perizinan

MONITOR, Jakarta — Tata kelola penyelenggaraan ibadah umrah di Tanah Air mendesak untuk dibenahi secara menyeluruh…

20 jam yang lalu