MONITOR, Lampung Selatan – Upaya mewujudkan kedaulatan pangan nasional tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan dari pusat, melainkan harus bertumpu pada penguatan ekonomi rakyat di tingkat desa.
Pesan itu disampaikan Anggota Komisi IV DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kelautan dan Perikanan, Prof. Dr. Ir. Rokhmin Dahuri, M.S., saat menghadiri panen raya ikan dan jagung di Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (29/5/2026).
Kegiatan yang melibatkan kelompok tani dan pembudidaya ikan binaan tersebut menjadi gambaran konkret bagaimana sektor pertanian dan perikanan dapat dikembangkan secara terpadu untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.
Dalam panen tersebut, hasil produksi ikan yang dipanen mencapai sekitar enam ton, disertai panen jagung serta penyaluran bantuan benih padi unggul dan sarana produksi kepada masyarakat.

Prof. Rokhmin Dahuri menegaskan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar untuk menjadi kekuatan pangan dunia. Namun, potensi tersebut hanya akan memberikan manfaat apabila diikuti dengan pendampingan berkelanjutan, penerapan teknologi, akses permodalan, dan keberpihakan kebijakan kepada petani serta nelayan.
“Ketahanan pangan tidak boleh dipahami hanya sebagai peningkatan produksi. Yang jauh lebih penting adalah memastikan petani dan pembudidaya ikan memperoleh keuntungan yang layak, hidup sejahtera, serta memiliki akses terhadap teknologi dan pasar,” tegasnya.
Menurut Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University tersebut, pengembangan pertanian dan perikanan harus dilakukan melalui pendekatan kawasan berbasis potensi lokal.
“Integrasi antara budidaya perikanan, pertanian pangan, dan penguatan kelembagaan ekonomi rakyat dinilai menjadi model pembangunan yang lebih berkelanjutan dibanding pola sektoral yang berjalan sendiri-sendiri,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi langkah-langkah pemberdayaan yang dilakukan di Kecamatan Palas karena menunjukkan bahwa desa dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru apabila mendapatkan dukungan teknologi, pembinaan, dan akses produksi yang memadai.
Dalam kesempatan tersebut, bantuan benih padi varietas MSP (Megawati Soekarnoputri Putri) diserahkan kepada kelompok tani setempat. Varietas tersebut dikenal memiliki produktivitas tinggi, lebih tahan terhadap serangan hama, serta relatif efisien dalam penggunaan pupuk dan air sehingga dinilai cocok untuk mendukung peningkatan produksi pangan di Lampung.

Sementara itu, Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Winarti, menegaskan bahwa penguatan sektor pertanian dan perikanan merupakan bagian dari komitmen partai dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berakar pada kebutuhan masyarakat desa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi makro, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan petani, nelayan, dan pelaku usaha kecil di daerah.
Kecamatan Palas sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan strategis pertanian di Lampung Selatan yang memiliki kontribusi penting terhadap produksi pangan daerah. Berbagai program penguatan irigasi, budidaya perikanan, hingga pengembangan komoditas jagung terus didorong untuk menjadikan wilayah tersebut sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.
Kehadiran Prof. Rokhmin Dahuri dalam panen raya tersebut tidak hanya menjadi simbol dukungan terhadap petani dan pembudidaya ikan, tetapi juga mengirimkan pesan kuat bahwa masa depan Indonesia sebagai bangsa besar sangat ditentukan oleh kemampuannya membangun kedaulatan pangan dari desa-desa, memperkuat produksi dalam negeri, serta memastikan hasil pembangunan benar-benar dirasakan oleh rakyat.
