MONITOR, Jakarta – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian UMKM memberikan apresiasi kepada perempuan tangguh dari berbagai latar belakang profesi dalam momentum Peringatan Hari Kartini bertema Kartini Masa Kini, DWP UMKM Peduli yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (21/4).
Kegiatan ini menghadirkan perempuan-perempuan inspiratif dari beragam profesi, mulai dari guru honorer, pengemudi ojek online perempuan, amil jenazah perempuan, petugas kebersihan, pramubakti, hingga pedagang, buruh cuci, penjaga anak, dan pekerja sosial yang setiap hari mengabdikan diri bagi keluarga dan masyarakat.
Penasihat DWP Kementerian UMKM, Tina Maman Abdurrahman, menyampaikan apresiasi atas ketangguhan perempuan Indonesia dalam menjalankan berbagai peran tersebut.
“Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada perempuan-perempuan hebat yang hadir hari ini. Mereka adalah representasi Kartini masa kini yang tetap tangguh, produktif, dan terus berkontribusi di tengah berbagai peran yang dijalankan,” ujar Tina.
Menurutnya, kehadiran para perempuan inspiratif tersebut mencerminkan semangat Kartini masa kini, yakni perempuan Indonesia yang terus berjuang, memberi manfaat bagi lingkungan, serta mampu menjalankan peran ganda sebagai ibu, istri, dan pelaku usaha dengan tetap menjaga keseimbangan antara keluarga dan pekerjaan.
Tina menambahkan, Peringatan Hari Kartini juga menjadi momentum refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan harkat dan martabat perempuan Indonesia. Semangat tersebut kini terwujud dalam kiprah nyata perempuan di berbagai sektor, termasuk sebagai pelaku UMKM.
“Peringatan Hari Kartini bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momen untuk mengapresiasi sekaligus menguatkan peran perempuan dalam pembangunan, baik di lingkup keluarga maupun masyarakat,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa perempuan Indonesia semakin menunjukkan peran strategis, khususnya dalam sektor UMKM yang menjadi salah satu penopang ekonomi nasional.
“Sebanyak 64,5 persen UMKM di Indonesia dikelola oleh perempuan, dan 51,2 persen penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR) adalah perempuan. Hal ini menunjukkan besarnya peran perempuan sebagai penggerak ekonomi,” kata Tina.
Lebih lanjut, Tina menekankan bahwa perempuan memiliki peran fundamental dalam membangun kualitas generasi dan peradaban bangsa.
“Perempuan adalah pilar utama dalam membangun keluarga, masyarakat, dan bangsa. Karena itu, penting bagi kita untuk terus memberikan dukungan agar perempuan dapat mengembangkan potensinya secara optimal,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi, dalam kegiatan ini juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada sepuluh perempuan inspiratif, termasuk pelaku UMKM yang telah memberikan kontribusi nyata di bidangnya.
Penerima penghargaan tersebut antara lain Lista Hurustiati (Gerai Lengkong), Fetty Asmaniaty (Rektor Institut Pariwisata Trisakti), Betsy Monoarfa (Fiva Food), Dewi Meisari (ukmindonesia.id), Mellyza Novisari Iskandar (She Max – PT Inti Arumi Indonesia), Cindy Susanto (Boolet), Roikhanatun Nafi’ah (Crustea Indonesia), Lydia Anggraeni Kidarsa (Bioteknik), Asiah (pegiat sosial), serta IIs Ismawaty (Founder Yayasan Al-Madiniyah).
Melalui momentum ini, DWP Kementerian UMKM berharap semangat Kartini terus hidup dalam setiap langkah perempuan Indonesia untuk berkarya dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Semoga perempuan Indonesia senantiasa diberikan kekuatan, kesehatan, dan kesempatan untuk terus menjalankan perannya dengan sebaik-baiknya, baik dalam keluarga maupun dalam kontribusinya bagi masyarakat dan bangsa,” kata Tina.
