Senin, 20 April, 2026

Menaker Dorong Pelatihan Vokasi Berbasis Industri, Lulusan Ditargetkan Siap Kerja

MONITOR, Bandung – Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) 2026 dirancang untuk memastikan lulusan memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan siap memasuki dunia kerja.

“Program ini dirancang link and match dengan kebutuhan industri. Fokus kami adalah meningkatkan keterampilan agar lulusan dapat terserap di dunia kerja,” kata Yassierli saat meninjau pelaksanaan PVN Batch I Tahun 2026 di Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/4/2026).

Ia menjelaskan, program ini dilaksanakan secara nasional dengan total 10.405 peserta yang tersebar di 21 Balai Latihan Kerja (BLK), 13 satuan pelatihan di bawah Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas, serta 46 BLK UPTD.

Khusus di BBPVP Bandung, PVN Batch I Tahun 2026 diikuti oleh 512 peserta yang menjalani berbagai pelatihan keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja saat ini.

- Advertisement -

Adapun jenis pelatihan yang diberikan meliputi pengoperasian forklift, barista, pembuatan roti dan pastry, serta desain tiga dimensi berbasis computer-aided design (CAD). Selain itu, pelatihan juga dilaksanakan melalui skema project-based learning pada program pemasangan sistem integrasi bangunan cerdas (smart building).

Untuk menunjang pelaksanaan pelatihan, BBPVP Bandung telah menyiapkan fasilitas, sarana prasarana, serta instruktur secara optimal guna memastikan pembelajaran berbasis industri berjalan efektif.

Peserta juga mendapatkan berbagai fasilitas dan manfaat, antara lain pelatihan gratis, makan siang, bantuan transportasi, perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian, hingga sertifikat pelatihan dan sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Pada skema tertentu, peserta juga memperoleh fasilitas asrama.

Yassierli menambahkan, pada Tahun Anggaran 2026, Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan sebanyak 70.000 peserta mengikuti pelatihan vokasi yang dibiayai melalui APBN dan diprioritaskan bagi lulusan SMA/SMK sederajat tanpa dipungut biaya.

“Harapannya, peserta tidak hanya memiliki keterampilan, tetapi juga siap berkontribusi di dunia industri,” ujarnya.

- Advertisement -

BERITA TERKAIT

TERPOPULER